HOME

Anggota Komisi E DPRD Jateng Minta Hentikan Pembelajaran Tatap Muka, Usai Ditemukan Kluster Sekolah

Anggota Komisi E DPRD Jateng Minta Hentikan Pembelajaran Tatap Muka, Usai Ditemukan Kluster Sekolah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Ilustrasi, Pembelajaran Tatap Muka (Foto/IST)

RASIKAFM – Pembelajaran tatap muka menuai hasil negatif setelah muncul sejumlah klaster baru penyebaran COVID-19 di sekolah. Dengan kejadian itu, pemerintah diminta menghentikan pembelajaran tatap muka di semua zona dan di semua sekolah, kemudian memperkuat pembelajaran daring.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto mengungkapkan, munculnya klaster baru di sekolah itu sesuai prediksi dan pihaknya telah mengingatkan. Alasannya, banyak masyarakat yang masih abai pada protokol kesehatan.

Jika pembelajaran tatap muka itu masih dilakukan meski di zona hijau, tetap membahayakan kesehatan anak. Menurutnya, pembelajaran daring memang tidak ideal dan tak seefektif saat tatap muka. Namun melihat kondisi pandemi seperti ini hal itu menjadi solusi terbaik.




Seperti diketahui, sejumlah klaster baru penyebaran COVID-19 di sekolah muncul di tanah air, seperti di Tulungagung Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sumedang Jawa Barat dan Kabupaten Tegal dan Pati di Jawa Tengah.

Di Pati, sebanyak 35 santri di salah satu pesantren terkonfirmasi positif COVID-19 setelah dilakukan test swab. Di Kabupaten Tegal, satu siswa dinyatakan positif dan 29 orang disebut menjadi kontak eratnya di SD Bogares Kidul 02, Kecamatan Pangkah.

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH
KABAR NASIONAL
KABAR INTERNASIONAL

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp