HOME

Atasi Kelangkaan Pupuk, Kementerian Pertanian Bakal Rombak Sistem Penyaluran

Atasi Kelangkaan Pupuk, Kementerian Pertanian Bakal Rombak Sistem Penyaluran

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Stafsus Kementerian Pertanian Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian Yessiah Ery Tamalagi, saat mengunjungi Dusun Mendut, Banyubiru, Kabupaten Semarang belum lama ini. (Foto/win)

 

UNGARAN – Para petani di beberapa daerah di Kabupaten Semarang mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Pertanian akan melakukan reformasi penyaluran pupuk.

Demikian disampaikan Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian Yessiah Ery Tamalagi usai dialog terbuka dengan kalangan petani di Dusun Mendut, Banyubiru, Kabupaten Semarang, belum lama ini.

Menurut Yessiah, sedikitnya ada 3 BUMN yang akan dikembalikan ke kementerian pertanian. Salah satu tujuannya agar kelangkaan pupuk segera bisa diatasi. Termasuk dengan merombak sistem penyaluran pupuk agar permainan di masa lalu tidak terulang kembali.



Disampaikannya, kartu tani yang diluncurkan pemerintah bisa digunakan untuk mengakses pupuk. Namun yang menjadi masalah belum semua petani bisa memanfaatkannya.

Sementara itu, Dusun Mendut saat ini dijadikan role model gerakan Luas Tambah Tanam (LTT) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Konstratani) oleh Kementerian Pertanian.

Implementasi gerakan LTT di Dusun Mendut bakal mencakup luas lahan hingga 23 hektare. Namun sampai saat ini baru sekitar 18 hektare lahan yang sudah ditanami. (win)

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH
KABAR NASIONAL
KABAR INTERNASIONAL

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp