HOME

Bantu Siswa Tak Mampu, Gudang Perkakas Disulap Jadi “Sekolah Berjaringan”

Bantu Siswa Tak Mampu, Gudang Perkakas Disulap Jadi “Sekolah Berjaringan”

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Relawan pengajar tengah menyampaikan materi pelajaran bagi siswa di sebuah gudang perlengkapan warga di Lingkungan Kobongan, Kelurahan Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2020). (Foto/win)

UNGARAN – Meta Amelia (15), kini tak lagi kesulitan untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya saat pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pelajar kelas IX SMPN 1 Pringapus itu bisa menikmati fasilitas jaringan internet tanpa harus terbebani biaya pembelian kuota selama pemberlakuan PJJ. Sebuah gudang berukuran 8×5 meter tempat penyimpanan meja, kursi dan tenda warga di Lingkungan Kobongan, Kelurahan Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang disulap menjadi “sekolah” lengkap dengan fasilitas internet gratis dan tenaga pengajar.

“Sebelumnya kalau mau mengerjakan tugas dari guru harus beli paket internet dulu, karena tugas dikirim lewat whatsapp dan google classroom. Sekarang alhamdulillah terbantu dengan adanya WiFi gratis,” ungkapnya saat mengikuti pembelajaran daring, Selasa (25/8/2020).

Diakui Meta, sebelum ada jaringan internet gratis yang digagas oleh sekumpulan anak muda yang tergabung dalam Komunitas k’Ngen tersebut, ia bersama pelajar yang lain merasa keberatan jika harus membeli kuota internet untuk mengikuti pembelajaran daring. Ditambah Ayahnya hingga saat ini menganggur dan Ibunya hanya berjualan makanan ringan.




“Setiap bulan orang tua bisa keluar uang lebih dari Rp60 ribu untuk beli kuota internet. Saya bersyukur ada fasilitas WiFi gratis ini, meringankan beban orang tua. Apalagi di sini juga ada kakak-kakak pengajar yang membantu kalau ada kesulitan mengerjakan tugas,” kata Meta.

Koordinator k’Ngen Cabang Pringapus sekaligus penggagas internet gratis Dusun Kobongan, Doni Johan Sandi Wibowo menguraikan munculnya gagasan bertajuk “k’Ngen Sinau” tersebut diawali dari rasa keprihatinan di dunia pendidikan saat ini.

“Saya merasa prihatin melihat para siswa tidak bisa belajar tatap muka, orang tua kesulitan mengajari putra-putrinya karena terbentur gawai dan biaya beli kuota internet. Berawal dari hal tersebut kami berkolaborasi dengan karang taruna Pringapus memberikan fasilitas internet gratis,” urainya.

Disampaikan Doni, selain jaringan internet gratis, pihaknya juga menyediakan fasilitas pendukung yang lain seperti tenaga pengajar dan laptop.

“Relawan pengajar yang berasal dari beberapa perguruan tinggi juga kami libatkan untuk membantu dan mendampingi siswa mengerjakan tugas. Laptop beserta printer juga kami sediakan di sini. Untuk kapasitas internet mencapai 10Mbps dan bisa digunakan maksimal 30 user. Seminggu empat kali pembelajaran, dari pagi sampai sore dengan dibagi beberapa termin,” kata Doni.

Sementara tokoh masyarakat setempat, Mustofa mengapresiasi apa yang dilakukan oleh komunitas anak muda tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas program k’Ngen sinau ini. Di mana para anak-anak kami, kaum muda peduli dunia pendidikan. Terlebih masa pandemi seperti saat ini, kegiatan belajar mengajar tatap muka juga ikut terdampak. Mudah-mudahan ini jadi awal yang baik. Gudang peralatan RW ini bisa jadi gudang ilmu,” ungkapnya. (win)

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH
KABAR NASIONAL
KABAR INTERNASIONAL

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp