HOME

Bupati Sumedang Belajar Penanganan Covid-19 di Salatiga

Bupati Sumedang Belajar Penanganan Covid-19 di Salatiga

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Walikota salatiga saat menerima kunjungan bupati Sumedang dirumah dinas Walikota kamis 19 nov 2020

RASIKAFM – Bupati Sumedang Belajar Penanganan Covid-19 di Salatiga Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir,S.T.,M.M dan Wakil Bupati H. Erwan Setiawan,S.E masing-masing beserta istri datang langsung ke Kota Salatiga untuk mengetahui strategi Salatiga dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Rombongan beserta Forkopimda Sumedang tersebut diterima oleh Wali Kota Yuliyanto dan istri beserta Forkopimda di Rumah Dinas Wali Kota , 19/11. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan maksud ke Kota Salatiga selain menjalin silaturrahmi juga ingin mengetahui strategi pembangunan Kota Salatiga.

“Saya mengetahui bahwa Kota Salatiga adalah kota paling toleran di Indonesia serta kota terbaik di Jawa Tengah dalam penanganan Covid-19. Kami ingin mengetahui, mendengar dan melihat langsung bagaimana Kota Salatiga menjalankan programnya. Saya pernah ke Salatiga sewaktu itu berkunjung ke Sekolah Qaryah Tahayyibah,” Bupati Sumedang

.Dalam sambutan selamat datang, wali kota memaparkan strategi membangun kota dan strategi mengatasi pandemi covid-19. “ Kota Salatiga dalam membangun Kota mengutamakan membangun manusianya dengan sasaran 3 W, yaitu; wareg ekonomi berkecukupan, waras terkait dengan pemenuhan layanan kesehatan, wasis terkait dengan pendidikan, anggaran pendidikan Salatiga mendekati angka 40 persen dari APBD. Kami mengutamakan membangun jiwa dan raga masyarakat, ekonomi serta kesehatannya. Kalau masyarakat sejahtera maka diajak hal negatif tidak mau, bahkan diajak demo saja susah,” tutur wali kota.

“TNI dan Polri terus kita ajak untuk membangun, mulai dari jambanisasi, TMMD, bedah rumah, sampai resik-resik kota, termasuk dalam penanganan covid kita rangkul. Adapun kuncinya dari penanganan covid-19 di Kota Salatiga adalah transparansi, ada yang positif dan sembuh kita informasikan baik melalui media sosial FB, Youtube, dan media lainnya,” tambah Yuliyanto. “Gugus tugas kita bentuk hingga tingkat RW, yang kita beri anggaran 15 per RW untuk penanganannya (rief)

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH
KABAR NASIONAL
KABAR INTERNASIONAL

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp