HOME

Cegah Kerumunan, Dusun Semilir Benahi Sistem Operasional di Masa Pandemi

Cegah Kerumunan, Dusun Semilir Benahi Sistem Operasional di Masa Pandemi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Bussiness Development Manager Dusun Semilir Ajris Sufata, saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (3/12/2020). (Foto/win)

UNGARAN – Destinasi wisata Dusun Semilir yang berada di kawasan Bawen, Kabupaten Semarang sempat viral di berbagai platform media sosial beberapa hari terakhir pasca penutupan pada Minggu (29/11/2020) lalu. Pasalnya, di tengah masa pandemi lokasi wisata yang sekaligus menjadi pusat oleh-oleh, kuliner dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Semarang itu mengalami lonjakan traffic pengunjung yang drastis, sehingga protokol kesehatan tidak bisa diterapkan secara maksimal.

“Kami atas nama manajemen Dusun Semilir memohon maaf kepada semua pihak akibat membludaknya jumlah pengunjung kemarin, sehingga berakibat penutupan sementara lokasi wisata ini,” ungkap General Manager Dusun Semilir, Agus Sasongko saat konferensi pers kepada awak media, Kamis (3/12/2020).

Dijelaskan Agus, sebenarnya pihak Dusun Semilir sudah menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti pengecekan suhu, wajib memakai masker, menyediakan sarana cuci tangan dan menjaga jarak.




“Akan tetapi karena jumlah pengunjung yang luar biasa banyak, jujur kami agak kewalahan. Oleh karena itu beberapa prokes tidak bisa maksimal,” akunya.

Agus menambahkan, sebagai langkah evaluasi pihaknya akan lebih memperketat lagi prokes setelah nanti dibuka kembali, terutama pembatasan jumlah pengunjung dan sistem pembelian tiket.

“Ini menjadi pembelajaran bagi kami. Ke depan agar tidak kembali terjadi kerumunan serta antrian kendaraan di jalur utama, kami akan bagi jam kunjungan dan juga kerjasama dengan e-commerce untuk penjualan tiket online,” urainya.

Senada dengan Agus, Bussiness Development Manager Dusun Semilir Ajris Sufata menerangkan, jam kunjungan wisata akan dibagi menjadi dua sesi setiap harinya.

“Kami akan bagi menjadi dua batch untuk jam kunjungan, yakni jam 09.00 sampai 10.30 dan 13.30 sampai pukul 15.00. Hal itu sebagai upaya antisipasi untuk mencegah potensi kerumunan pengunjung yang ingin masuk,” terangnya.

Sedangkan langkah preventif terjadinya antrian kendaraan di ruas jalur Ungaran – Bawen, dipaparkan Ajris pihaknya akan bekerjasama dengan penyedia layanan tiket online.

“Kami juga akan gandeng e-commerce untuk bisa melayani pembelian tiket secara daring. Selain itu, kami akan bekerjasama dengan petugas kepolisian, Dinas Perhubungan serta Satpol PP untuk membantu menertibkan kendaraan yang diparkir di sepanjang ruas jalan sekitar kawasan Dusun Semilir agar tidak bikin macet,” paparnya.

Terpisah, Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo saat dikonfirmasi perihal penutupan wisata Dusun Semilir menghimbau agar siapapun dapat mematuhi prokes.

“Kejadian kemarin menjadi pembelajaran bersama masyarakat dan seluruh pengelola obyek wisata. Sekali lagi, kerumunan memiliki potensi penyebaran virus yang sangat masif, sehingga kami bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Semarang memberikan tindakan tegas,” jelasnya. (win)

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH
KABAR NASIONAL
KABAR INTERNASIONAL

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp