PEMALANG — Bantuan sosial seharusnya diterima warga yang paling membutuhkan. Namun, pengecekan data di Desa Kendalrejo, Kabupaten Pemalang, menemukan indikasi ketidaktepatan sasaran.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen turun langsung memeriksa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di kantor Desa Kendalrejo, Selasa (20/10/2026).
Hasil pengecekan menunjukkan, dari 480 warga yang masuk desil 1 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, hanya 244 orang yang tercatat menerima bantuan.
Temuan ini menjadi perhatian karena masih perlu ditelusuri apakah ada warga yang layak menerima bantuan tetapi belum terdata, sementara warga yang sudah mampu masih tercatat sebagai penerima.
Gus Yasin meminta data tersebut segera diverifikasi dan diperbarui agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Ia juga mendorong koordinasi antara pemerintah desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dan pihak terkait.
Kepala Desa Kendalrejo Titik Iswati mengungkapkan, 11 warga telah mengajukan surat pernyataan untuk tidak lagi menerima bansos karena merasa sudah mampu.
Gus Yasin meminta Biro Kesra Taskin Setda Provinsi Jawa Tengah mendampingi proses pembenahan data di desa tersebut.
Data bansos harus akurat. Jangan sampai warga yang mampu tetap menerima bantuan, sementara mereka yang lebih membutuhkan justru terlewat.












