HOME

Desa Bener Kabupaten Semarang Ubah TK Jadi Tempat Karantina Pemudik

Desa Bener Kabupaten Semarang Ubah TK Jadi Tempat Karantina Pemudik

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Perangkat Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang saat meninjau tempat isolasi bagi pemudik, Kamis (23/4/2020). Foto/SINDOnews/Angga Rosa

UNGARAN – Antisipasi kedatangan pemudik ke desa bener Kecamatan Tengaran Kab. Semarang, Pemerintah desa telah menyiapkan karantina yg ditempatkan di Gedung TK desa setempat,

 

Kepala Desa Bener Saefudin menjelaskan, semua pemudik akan dikarantina di tempat yang telah disediakan. Semua akomodasi hingga kebutuhan mandi cuci kakus akan ditanggung oleh Pemerintah Desa Bener. “Kami telah menyiapkan anggaran untuk menanggung kebutuhan sehari-hari 100 orang pemudik selama masa karantina,” katanya, Kamis (23/4/2020).

Dia menjelaskan, jumlah warga Desa Bener yang merantau diberbagai daerah mencapai ratusan orang. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, ada sejumlah perantau yang akan mudik. “Sesuai peraturan pemerintah, pemudik wajib dan harus mau di karantina dan melakukan isolasi mandiri,” ujarnya.

Bidan Desa Bener Triatun menjelaskan, setibanya di Desa Bener, semua pemudik akan diperiksa kesehatannya sesuai standar operasional (SOP) penanganan covid-19. Setelah itu, pemudik akan dikarantina di tempat yang telah disiapkan. “Jika ada pemudik yang kondisi kesehatannya kurang sehat, kami rawat di tempat karantina. Sedangkan pemudik dari daerah tidak zona merah dan dalam kondisi sehat, diminta untuk melakukan isolasi mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 05/RW 04 Perum Taman Manunggal Bener, Dusun Tugu, Desa Bener, Arief Syarifudin mendukung upaya Pemerintah Desa Bener dalam mencegah penyebaran Covid-19. Dia mengimbau kepada warga di lingkungan Perum Taman Manunggal dan masyarakat Desa Bener pada umumnya untuk menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Penyebaran virus corona melalui carrier. Karena itu, kami imbau semua warga untuk menerapkan protokol kesehatan penanganan covid-19 agar kita semua terhindar dari virus itu,” ujarnya.

Dia mengatakan, pencegahan penyebaran virus corona membutuhkan komitmen kuat dari semua warga. Sebab penyebaran virus corona tidak hanya melalui carrier yang berstatus orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan saja.

“Orang tanpa gejala (OTG) covid-19 juga bisa menularkan virus ini. Padahal kita tidak tahu siapa kalau disekitar kita ada OTG. Maka dari itu, saya imbau kepada semua warga agar bisa sama-sama menjaga agar tidak tertular virus corona,” katanya.

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH
KABAR NASIONAL
KABAR INTERNASIONAL

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp