RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Diduga Rem Blong, Mobil Pickup Alami Kecelakaan Tunggal di Perempatan Salip Putih, Dua Korban Selamat

Diduga Rem Blong, Mobil Pickup Alami Kecelakaan Tunggal di Perempatan Salip Putih, Dua Korban Selamat

Diduga Rem Blong, Mobil Pickup Alami Kecelakaan Tunggal di Perempatan Salip Putih, Dua Korban Selamat

Laka Lantas Kembali Terjadi di Perempatan Salib Putih, kali ini akibat dugaan rem blong Mobil Pickup Terguling. Bahkan untuk kesekian kalinya kecelakaan yang terjadi di JLS, tepatnya diperempatan Salib Salib Putih Kelurahan Kumpulrejo Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga itu diduga kuat karena faktor rem.

Kecelakaan tunggal yang terjadi pada Selasa (18/1/2022) malam, sekira pukul 19.30 wib,itu melibatkan mobil Mitsubishi L300 pickup nopol R 9317 D, yang dikemudikan Batatah Wiratama Iskak (36) warga Mandiraja Wetan RT 06 RW 02 Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banyumas.

Kasat Lantas, AKP Afrian Riski Dwi Wibowo S.I.K.,melalui Kasi Humas Polres Salatiga, AKP Hari S Trianto, saat dikonfirmasi media membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tunggal tersebut.

Dijelaskanya, peristiwa naas tersebut bermula pada saat mobil pickup melaju dari arah Kopeng menuju Kota Salatiga. Lalu sesampai dilokasi kejadian, mobil alami gangguan fungsi rem (Rem blong – red).

“Karena alami rem blong, kemudian mobil pickup hilang kendali, lalu terguling,”jelasnya.

Proses evakuasi mobil pickup

AKP Hari menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pengemudi maupun penumpangnya bernama Dewi Susanti (37) warga Mertasari RT 03 RW 02 Kelurahan Mertasari Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara selamat.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran