RASIKAFM.COM

📆 05/12/2022 🇮🇩 🕓 18:15

Dinilai Berisiko, Bupati Sragen Tolak Buat Karantina Bagi Pemudik

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo joglosemarnews

SRAGEN – Dengan pertimbangaan terlalu beresiko terjadi penularan, Pemerintah Kabupaten Sragen menolak membuat  tempat karantina khusus bagi para perantau atau pemudik yang pulang kampung.

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menegaskan tidak sependapat dengan gagasan membuat karantina khusus tersebut. Sebab jika dilakukan tanpa persiapan yang matang justru berisiko terjadi penularan.

Menurutnya, manajemen karantina bagi pemudik itu juga sangat berisiko karena karantina harus dilakukan 14 hari dan membutuhkan minimal 14 lokasi yang berbeda. Pasalnya, Covid 19 memungkinkan pengidapnya menjadi pembawa, meski yang bersangkutan tidak menunjukkan keluhan atau gejala umum. Pihaknya khawatir karantina justru membuat pemudik yang sehat menjadi tertular. Dibandingkan opsi menyiapkan tempat karantina, pihaknya memilih menyiagakan Satgas di desa dan kelurahan. Mereka diberdayakan untuk memastikan para pemudik di wilayah masing-masing melakukan karantina mandiri.

Tags🏷️

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Bagikan

📌 Baca Juga:

📌 Baca Juga:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

📌KABAR TERBARU

📌KABAR TERBARU

Satu Bus Rombongan Semarang-Magetan Tiba di Manyaran

Satu dari dua bus rombongan Semarang-Magetan tiba di RT 5 RW 2, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Minggu (4/12/2022). Bus 2 bernomor polisi H-1469-AG ini tiba di Jalan Gedongsongo Raya, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat pukul 20.30 WIB.

📌 INFOGRAFIS 📸

📌 INFOGRAFIS 📸

📌 KABAR PERISTIWA

📌 KABAR PERISTIWA

📌 KABAR OLAH RAGA

📌 KABAR OLAH RAGA

📌RASIKA FEATURE

📌RASIKA FEATURE

kabar-pln_image
error: .