HOME

Dinilai Berisiko, Bupati Sragen Tolak Buat Karantina Bagi Pemudik

Dinilai Berisiko, Bupati Sragen Tolak Buat Karantina Bagi Pemudik

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo joglosemarnews

SRAGEN – Dengan pertimbangaan terlalu beresiko terjadi penularan, Pemerintah Kabupaten Sragen menolak membuatĀ  tempat karantina khusus bagi para perantau atau pemudik yang pulang kampung.

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menegaskan tidak sependapat dengan gagasan membuat karantina khusus tersebut. Sebab jika dilakukan tanpa persiapan yang matang justru berisiko terjadi penularan.

Menurutnya, manajemen karantina bagi pemudik itu juga sangat berisiko karena karantina harus dilakukan 14 hari dan membutuhkan minimal 14 lokasi yang berbeda. Pasalnya, Covid 19 memungkinkan pengidapnya menjadi pembawa, meski yang bersangkutan tidak menunjukkan keluhan atau gejala umum. Pihaknya khawatir karantina justru membuat pemudik yang sehat menjadi tertular. Dibandingkan opsi menyiapkan tempat karantina, pihaknya memilih menyiagakan Satgas di desa dan kelurahan. Mereka diberdayakan untuk memastikan para pemudik di wilayah masing-masing melakukan karantina mandiri.




SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH
KABAR NASIONAL
KABAR INTERNASIONAL

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp