Dinkes: Pasien Gejala Flu dan Batuk Harus Discreening

Dinkes: Pasien Gejala Flu dan Batuk Harus Discreening

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest
Kepala-Dinas-Kesehatan-Kabupaten-Semarang,-dr.-Ani-Raharjo-(kanan)-didampingi-Kabid-Pencegahan-dan-Pengendalian-Penyakit-(P2P)-dr.-Hasti-Wulandari

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, dr. Ani Raharjo (kanan) didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Hasti Wulandari, Selasa (3/3/2020). (foto: win)

UNGARAN – Pasien yang berobat pada fasilitas kesehatan (faskes) tingkat I harus menjalani proses screening, terutama mereka yang mengalami flu atau batuk. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang tengah mengumpulkan semua kepala puskesmas di Kabupaten Semarang dan dokter yang tergabung dalam aliansi praktik dokter mandiri Indonesia untuk diberikan sosialisasi terkait SOP pencegahan corona, terutama screening terhadap pasien sebelum diputuskan suspect corona atau bukan.

“Jika ada pasien berobat dengan gejala flu atau batuk, digali informasinya sudah berapa lama, disertai sesak nafas atau tidak, ada riwayat kontak fisik dengan orang yang baru datang dari luar negeri atau tidak, dan sebagainya,” ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Ani Raharjo di kantornya, Selasa (3/3/2020).

Ani menjelaskan, petugas kesehatan di Kabupaten Semarang, terutama pada faskes tingkat I juga diminta menggunakan masker dan sarung tangan saat memeriksa pasien agar tak terjadi penularan.

“Rumah sakit juga kami minta untuk memiliki satu ruang khusus di IGD untuk isolasi. Sementara untuk rumah sakit rujukan, kami ada RS Kariadi Semarang dan RS Moewardi Solo,” ungkapnya.

Masih terkait antisipasi terhadap Corona, Ani menambahkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dinilai efektif untuk mencegah penyebaran virus Corona. Atas hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang mengajak warga untuk melaksanakan germas.

“Germas sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi virus corona. Kami imbau masyarakat agar tidak panik. Jaga kebersihan diri dan lingkungan, cuci tangan dengan sabun, makan makanan bergizi dan dimasak sempurna,” paparnya.

Selain hal tersebut, Ani juga berpesan agar masyarakat yang sehat tidak mengenakan masker secara massal. Hal itu justru kurang tepat dan dapat menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan.

“Yang pakai masker itu yang kena flu atau batuk, sementara masyarakat yang sehat justru jangan ramai-ramai pakai masker. Takutnya hal itu justru bisa memicu kepanikan. Kalau bisa juga hindari tempat-tempat dengan banyak orang berkerumun,” pungkasnya.

(win)

Reaksi Anda? :

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR TERKAIT

Pemkab Purworejo Pulangkan Pasien Corona ke Rumah

PURWOREJO – Warga masyarakat Kabupaten Purworejo yang dinyatakan positif terpapar virus Corona akan dipulangkan ke rumahnya masing-masing untuk isolasi mandiri. Hal tersebut dilakukan karena pasien

KABAR TERBARU
KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
KABAR POPULER

KATAGORI

  • Agenda
  • Peristiwa
  • Pilkada
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Religi
  • Transportasi
  • Infrastruktur
  • Event

INFORMASI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy Policy
  • Media Partner
  • Disclaimer
  • Lowongan Pekerjaan

RASIKA NETWORK

  • Wava TV Chanel
  • 105.6 FM Rasika USA
  • 100.1 FM Rasika Semarang
  • 88.9 FM Rasika Pekalongan
  • 88.0 FM Rasika Sragentina