HOME

Diterpa Isu Mahar Politik, 12 DPC Nasdem Kabupaten Semarang Ancam Tarik Dukungan dari Bison

Diterpa Isu Mahar Politik, 12 DPC Nasdem Kabupaten Semarang Ancam Tarik Dukungan dari Bison

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

UNGARAN – Isu adanya mahar dalam rekomendasi bagi pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang Bintang Narsasi Mundjirin-Gunawan Wibisono (Bison), membuat DPC Partai Nasdem di 12 Kecamatan di Kabupaten Semarang mengancam untuk menarik dukungan. Pasalnya hal itu dianggap menciderai komitmen partai yakni politik tanpa mahar.

“Informasi yang saya dapatkan, satu kursi di DPRD dihargai Rp 100 juta. Akan tetapi sampai sekarang rekomendasi belum turun, yang diterima baru Rp50 juta,” ungkap Jarwanto, Ketua DPC Partai Nasdem Kecamatan Banyubiru, saat dihubungi Kamis (6/8/2020).

Jarwanto mengaku, info yang diterimanya tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menggelar konsolidasi.




“Dari hasil kesepakatan, 12 DPC di antaranya Kecamatan Bringin, Ambarawa, Bawen, Banyubiru, Tuntang, Susukan, Kaliwungu dan Pringapus sepakat untuk mengalihkan dukungan kepada pasangan Ngesti Nugraha – Basari (Ngebas),” urainya.

Dikatakan Jarwanto, keputusan itu bisa saja bertentangan dengan rekomendasi DPP Partai Nasdem, akan tetapi pihaknya siap dengan segala resikonya.

“Tujuan kami hanya satu, menyelamatkan Partai Nasdem. Apapun yang terjadi, kami siap menerima segala konsekuensinya,” papar Jarwanto.

Sementara, Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Semarang Suyadi saat dikonfirmasi menampik adanya isu tersebut.

“Saya selaku ketua DPD sampai saat ini sama sekali tidak pernah menerima mahar tersebut. Komitmen partai sudah jelas, sebelum dan sesudah rekomendasi turun tidak diperkenankan menerima uang panjar politik,” jelasnya.

Disampaikan Suyadi, rekomendasi Partai Nasdem untuk bakal pasangan Bison sudah turun minggu lalu. Dia mempersilakan jika ada pihak-pihak yang menduga adanya mahar dalam proses Pilkada Kabupaten Semarang 2020.

“Komitmen kami masih sama, tetap mendukung Bison. Monggo saja jika ada teman-teman yang menduga saya atau siapapun di struktural partai menerima uang mahar. Saya tidak akan menanggapi serius,” ujarnya.

Terkait adanya foto seseorang yang tengah memegang uang dengan latar belakang foto pasangan Bison, pihaknya menjawab jika itu bukan dari struktur pengurus Partai Nasdem.

“Itu bukan orang struktural partai kami, bukan pengurus DPC. DPP juga telah mengkonfirmasi hal ini dan sudah saya tegaskan jika fakta di lapangan tidak ada yang menerima mahar. Pak Jarwanto juga sebenarnya SK kepengurusannya di DPC Banyubiru telah habis sejak 2019 lalu, ditambah lagi beliau berseberangan dengan kepengurusan yang baru,” tegas Suyadi. (win)

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH
KABAR NASIONAL
KABAR INTERNASIONAL

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp