HOME

Hartanto Olah Sampah Jadi Barang Berguna

Hartanto Olah Sampah Jadi Barang Berguna

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Hartanto sedang menunjukkan miniatur gerobak dan sepeda motor hasil karyanya kamis 24 september 2020

RASIKAFM – Bagi sebagian orang keberadaan sampah atau barang-barang yang tidak berguna biasanya langsung dibuang begitu saja karena dianggap mengotori ruangan, namun siapa sangka ternyata sampah juga bisa menjadi produk kerajinan bahkan jika ditekuni, kerajinan bahan baku sampah bisa menghasilkan rupiah.

Seperti yang dilakukan Hartanto dari Salatiga Jawa Tengah. Berawal dari upaya untuk membuang rasa kejenuhan, Hartanto mengolah sampah menjadi kerajinan tangan. Ternyata, produk hasil kerajinan bahan baku sampah itu banyak peminatnya.

Kepada rasikafm.com Hartanto menceritakan asal-muasal dia mencoba bisnis usaha yang diberi nama artTrash Recycle. Bisnisnya ini dimulai ketika ia sedang menjaga toko yang menjajakan oleh-oleh khas Salatiga dijalan Jendral Sudirman.

Di sela-sela menunggu pembelinya, ia mencoba membuat miniatur kerajinan bahan baku sampah . Setelah berhasil merakit beberapa miniatur, dia pun memajang hasil karyanya di toko tempat dia berjualan.

semua karya saya pajang dan olah ketika ada waktu luang. Dari pada bingung mau ngapain, saya cari kegiatan dan ketemulah ide ini dan ternyata ketika ada yang membeli oleh-oleh, mereka juga tertarik untuk memborong miniatur saya semuanya,” ujarnya Sabtu.
Dari situ, Gendoel panggilan akrab Hartanto , memulai menekuni usaha rintisan artTrashnya sambil menjaga bisnis oleh-olehnya. Bagi dia, bisnis artTrash ini seperti hobi yang dijual mahal.

Sudah 10 tahun lamanya Gendoel menjalankan kerajinan bahan baku sampah. Miniatur yang dibuat pun beraneka ragam, mulai dari miniatur custom motor, miniatur rumah hingga miniatur gerobak.

Harga yang dibanderol dari kerajinan bahan baku sampah pun masih bersahabat untuk kantong. Untuk jenis miniatur gerobak, dibanderol mulai dari harga Rp 200.000 hingga Rp 300.000 dan untuk jenis miniatur custom motor dibanderol dengan harga mulai dari Rp 500.000. “Tergantung tingkat kesusahannya sih sebenarnya. Semakin susah merakitnya bisa semakin mahal lagi,” ucapnya.

Dalam sebulan, Gendoel bisa mendapat pesanan hingga 20 miniatur. Sementara untuk omzet kerajinan bahan baku sampah ini, dia bisa mendapat keuntungan kurang lebih Rp 7 juta selama sebulan.

Bahan-bahan yang digunakan Gendoel pun hampir 80% berasal dari sampah, seperti kayu bekas, aluminum yang didapatkan dari kaleng minuman bekas, kabel bekas dan banyak lainnya. Hanya cat dan lem saja yang harus terpaksa dibelinya.

Gendoel sudah berhasil menjual produk kerajinan bahan baku sampah tersebut hingga ke beberapa kota besar seperti Bali, Jogja, Cilegon hingga Bengkulu. Di tengah pandemi ini Gendoel mengatakan usaha olahan sampahnya tidak sama sekali terimbas.

Sementara, bisnis oleh-olehnya merosot, lantaran sepinya pembeli akibat Covid 19. “Usaha oleh-oleh saya omzetnya turun 50 persen, untungnya bisa tertolong dengan adanya usaha artTrash ini. Dengan adanya pandemi bisa jadi solusi lain usaha sampah ini,” ungkapnya. (rief)

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR TERBARU

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp