RASIKAFM.COM
Edit Content
logo rasika 105.6FM
Jadwal Imsakiyah

Kemarau Panjang, Ribuan Warga Desa Patemon Kini Terbebas Dari Kekeringan

Desa Patemon, Kabupaten Semarang, telah menemukan solusi mandiri untuk mengatasi masalah kekeringan saat musim kemarau. Dengan pembangunan ratusan sumur resapan, warga Desa Patemon sekarang dapat memenuhi kebutuhan air tanpa mengandalkan bantuan dari PDAM Salatiga dan Semarang. T

RASIKAFM.COM | TENGARAN - Setiap musim kemarau tiba Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang selalu mengalami kekeringan.

Puncaknya, sekira tahun 2013 warga didesa itu kesulitan saat memenuhi kebutuhan air mengandalkan bantuan dari PDAM Salatiga dan Semarang akibat kemarau berkepanjangan.

Tapi, kini warga Desa Patemon tak perlu lagi bersusah payah antre menampung air hasil bantuan PDAM. Tidak lain, karena mereka ramai-ramai membuat sumur resapan.

Penggerak Sumur Resapan Desa Patemon Joko Waluyo (63) mengatakan, warga Desa Patemon berhasil mandiri memenuhi kebutuhan air persisnya sekira tahun 2014. Mereka beramai-ramai membuat sumur resapan.

“Sekarang, kami warga desa bisa terbebas dari masalah kekeringan. Total sampai sekarang ada sekira 300 titik sumur resapan yang telah dibangun. Dulu kebutuhan air 7 sampai 8 tangki saat kemarau,” terangnya kepada rasikafm.com, rabu (13/9/2023)

Ia menambahkan, saat ini seperti musim kemarau yang tengah berlangsung warga Desa Patemon bisa dibilang mandiri air. Walau sekarang dampak positif dirasakan warga, dahulu semasa awal ide membuat sumur resapan pernah ditolak warga.

Joko bercerita, semula memiliki ide membuat sumur resapan karena perihatin atas masalah kekeringan di desanya. Kemudian, dalam perjalanan bertemu dengan LSM USAID kemudian dilakukan uji coba di depan rumahnya.

“Untuk sumur resapan saat awal yang saya bikin berukuran 2×2 meter. Tapi, kini jika ada orang ingin membuat sumur resapan saya buatkan ukuran 1×5 meter. Bahan-bahan sederhana, hanya lubang resapan sedalam 2 meter dasar sumur diberi batu koral,” katanya

Pihaknya melanjutkan, dampak lain selain Desa Patemon terbebas dari masalah kekeringan ketika musim kemarau. Sejumlah warga kata dia, yang memiliki sumur galian debit airnya tidak pernah surut.

Joko mengungkapkan, pembuatan sumur resapan ini selain menjadi solusi bagi daerah yang rawan mengalami kekeringan juga bermanfaat menanggulangi banjir. Kemudian, lanjutnya, bisa menjaga sumber mata air.

“Alhamdulillah sekarang warga sudah sadar. Kini, mereka ramai-ramai ingin membuat sumur resapan apabila ada bantuan CSR dari perusahaan,” ucapnya

Warga lain Budiyono (50) menyebut, merasakan manfaat adanya sumur resapan. Dia, yang memiliki sumur galian di rumah saat musim kemarau sumber airnya tidak pernah kurang. Bahkan, kata dia dahulu air sumur galian miliknya digunakan sendiri sekarang tetangga ikut memanfatkan.

“Sekarang sumur saya airnya diambil sekira 18 KK. Padahal, dulu hanya dipakai untuk pribadi saja ketika kemarau kekurangan. Saya pernah sedot sumur untuk dikuras disedot selama 24 jam tidak habis,” ucapnya

Budiyono mengaku, sejak dibangun ratusan sumur resapan di desanya sampai sekarang sumur miliknya tidak pernah surut. Dahulu, saat kemarau tiba maksimal air sumur hanya bisa diambil pagi atau sore sekira 200-300 liter air. (Rief)

Joko saat membuka tutup sumur resapan di desa Patemon Tengaran

TRENDING HARI INI

BACA JUGA

CAPTURE NETIZEN

KABAR POPULER