HOME

Kunjungi Pengungsi Merapi, Ganjar Malah Tilik Bayi Usia 15 Hari

Kunjungi Pengungsi Merapi, Ganjar Malah Tilik Bayi Usia 15 Hari

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Ganjar Pranowo, saat berbincang dengan Warti dan anaknya yang baru berusia 15 hari. (IST)

MAGELANG – Seorang ibu muda menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengunjungi posko pengungsian di Magelang, Jumat (6/11). Bagaimana tidak, ibu muda itu terlihat menggendong bayi yang masih sangat kecil dan masih berwarna kemerahan.

Baca Juga :

Ganjar langsung mendatangi ibu muda yang diketahui bernama Warti,33 itu. Warti terpaksa mengungsi, karena desanya yakni Trono Krinjing Magelang sangat dekat dengan puncak Merapi. Dengan status Merapi yang naik level dari waspada ke siaga, ia terpaksa mengungsi bersama warga lainnya.

“Ini anaknya bu, wah manis sekali. Jenenge sinten bu (namanya siapa bu),” sapa Ganjar pada Warti.

Baca Juga :



Kepada Ganjar, Warti menjawab bahwa nama anaknya adalah Mizan Alva Nurrohman. Usianya baru 15 hari, karena lahir pada 24 Oktober lalu.

“Wah apik yo jenenge (bagus ya namanya). Biasane wong Magelang ki jenenge Tugiyo (boasanya orang Magelang itu namanya Tugiyo), iki Mizan Alva Nurrohman. Keren bu,” canda Ganjar.

Usai ngobrol dengan Warti, Ganjar pun langsung memanggil ajudannya. Ia meminta sejumlah uang untuk diberikan pada Warti.

“Kerono ana bayi, aku Mbayen (kondangan kelahiran). Iki yo bu, nggo bayine. Sehat-sehat terus,” ucap Ganjar sambil memberi sejumlah uang kepada Warti.

Warti yang tak menyangka akan mendapat kejutan itu, langsung tersenyum bahagia. Berkali-kali, ia mengucapkan terimakasih kepada Ganjar sambil menimang bayinya.

“Senang sekali, tadi dikasih uang sama pak Ganjar. Katanya kondangan,” kata Warti.

Warti mengatakan bahwa anaknya yang baru lahir itu, adalah anak kedua. Usianya baru 15 hari, dan saat ini terpaksa mengungsi karena aktivitas gunung Merapi.

“Belum lama lahir, sudah suruh ngungsi. Ya ndak papa, demi keselamatan,” katanya.

Hibur Pengungsi

Dalam kesempatan itu, Ganjar mengunjungi dua pengungsian di Magelang, yakni di gedung pertemuan Desa Deyangan dan Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang. Di dua tempat itu, ratusan warga sudah mengungsi.

Mereka yang mengungsi di Desa Deyangan adalah warga yang ada di desa dekat dengan puncak Merapi, seperti Dusun Trono Desa Krinjing, Pugeran dan Trayem. Sementara pengungsi di Desa Banyurojo adalah warga Dusun Babadan, Paten Kecamatan Dukun.

Selain menyapa para pengungsi dan memastikan semuanya aman, Ganjar juga menghibur para pengungsi. Saat menemukan banyak anak-anak kecil, ia langsung mengajak mereka bernyanyi bersama.

Kepada anak-anak yang berani bernyanyi, Ganjar memberikan hadiah berupa mainan boneka dan kerajinan tangan lainnya. Kepada semua pengungsi, Ganjar berpesan agar semua menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan. Apalagi, upaya itu sudah dilakukan, dengan membuat tempat pengungsian yang dibatasi dengan sekat-sekat.

“Sehat semua njih bapak ibu. Ikuti saja apa yang disampaikan pak Kades dan pak Bupati. Semoga Merapi nggak jadi meletus, agar semuanya bisa aman,” pungkas Ganjar.

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH
KABAR NASIONAL
KABAR INTERNASIONAL

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp