HOME

Membelot di Pilkada, Bupati Semarang dan Anaknya Dipecat dari PDIP

Membelot di Pilkada, Bupati Semarang dan Anaknya Dipecat dari PDIP

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDIP Kabupaten Semarang The Hok Hiong menunjukkan SK pemecatan Mundjirin dan Biena Munawa Hatta dari keanggotaan PDIP, Kamis (1/10/2020). (Foto/win)

 

UNGARAN – Bupati Semarang Mundjirin dan putranya Biena Munawa Hatta dipecat dari keanggotaan PDIP. Hal itu menyusul ketidakpatuhannya kepada rekomendasi DPP PDIP untuk mendukung pasangan calon (paslon) pada Pilkada Kabupaten Semarang 2020.

“Melihat sikap, tindakan dan perbuatan keduanya yang telah melanggar kode etik dan disiplin partai, maka DPP PDIP memutuskan untuk memecat yang bersangkutan dari keanggotaan partai”, ujar Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDIP Kabupaten Semarang The Hok Hiong, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Disampaikan Hok Hiong, Surat Keputusan (SK) pemecatan bernomor 53 dan 54 Tahun 2020 itu menyatakan jika Mundjirin dan Biena terbukti melanggar AD-ART partai tahun 2019, Peraturan Partai Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kode Etik dan Disiplin Anggota PDIP serta Surat DPP PDIP Nomor 1613/IN/DPP/VII/2020 tertanggal 1 Juli 2020 tentang rekomendasi Calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang dalam Pilkada Serentak 2020.



“Mundjirin dan Biena dianggap telah melakukan pelanggaran berat terhadap garis partai karena tidak bisa menjaga wibawa partai dengan membangkang instruksi DPP dan mendukung calon lain. Sehingga turun SK pemecatan dari DPP per tanggal 28 September 2020”, jelasnya.

Ditambahkan oleh Hok Hiong, karena SK pemecatan sudah turun maka keduanya dilarang melaksanakan aktivitas yang mengatasnamakan partai.

“Yang bersangkutan dilarang melakukan kegiatan dan menduduki jabatan yang mengatasnamakan PDIP. Kemudian kami segera akan melaporkan hal ini dalam kongres partai. Jika di kemudian hari ada kekeliruan maka segera akan diperbaiki”, urainya.

Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Semarang Bondan Marutohening menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya akan memerintahkan kepada fraksi PDIP di DPRD Kabupaten Semarang untuk segera menindaklanjuti keputusan DPP itu.

“Mestinya secara normatif Biena juga dipecat dari anggota DPRD fraksi PDIP. Untuk proses penggantian antar waktu (PAW) tunggu tanggal mainnya, ada tahapan yang harus dilalui”, ungkapnya.

Sementara Biena saat dihubungi melalui sambungan ponselnya menyatakan jika ia telah menerima SK pemecatan tersebut.

“Saya sudah dapat surat (pemecatan) dari DPP PDIP. Untuk bagaimana menyikapinya, saya menunggu bapak (Mundjirin), mungkin besok beliau akan memberikan keterangan”, katanya. (win)

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH
KABAR NASIONAL
KABAR INTERNASIONAL

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp