HOME

Menteri Sosial: Uang Bantuan Jangan Untuk Beli Pulsa dan Rokok

Menteri Sosial: Uang Bantuan Jangan Untuk Beli Pulsa dan Rokok

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Menteri Sosial Juliari P. Batubara (tengah) secara simbolis menyerahkan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada warga penerima di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (21/5/2020). (foto: win)

UNGARAN – Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengingatkan kepada warga penerima Bantuan Sosial Tunai (BST), agar tidak menggunakan uang bantuan tersebut untuk berbelanja barang-barang yang kurang bermanfaat.

“Saya pesan ke bapak ibu penerima bantuan, uangnya jangan dibelikan pulsa sama rokok. Gunakan untuk kebutuhan yang lebih penting, misalnya beras dan bahan makanan lain,” ungkapnya usai penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST) di kantor Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (21/5/2020).

Kedatangan Juliari ke beberapa daerah ingin memastikan bahwa bantuan dari pemerintah pusat agar lancar dan tepat sasaran.

“Saat ini kita sedang sulit, sekolah libur, kantor libur, aktivitas ekonomi juga terganggu. Oleh karena itu pemerintah pusat melalui BST memastikan warga terdampak bisa terbantu,” jelasnya.

Terkait adanya kesalahan dalam penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial kepada masyarakat terdampak Covid-19 sebagai sesuatu yang wajar.

“Tentu akan sulit jika ingin 100 persen tepat sasaran. Kita juga terus mengevaluasi itu. Yang terpenting adalah prosentase bantuan yang tepat sasaran jauh lebih besar dibanding yang tidak tepat sasaran,” paparnya.

Pihaknya juga akan terus turun ke daerah-daerah untuk memantau penyaluran BST ke masyarakat. “Saya sendiri yang akan memastikan kelancaran penyaluran BST. Sejauh ini hasilnya cukup baik dan lancar,” jelasnya.

Mengenai adanya bantuan yang tidak tepat sasaran pada tahap pertama, ditambahkan oleh Juliari akan dievaluasi dan diperbaiki untuk penyaluran tahap berikutnya. Dia juga meminta agar jajaran di bawahnya mulai pemerintah daerah, Camat, Kepala Desa, RW, RT terus meningkatkan kerjasama agar dalam penyaluran bantuan tidak ada masalah.

“Yang paling paham siapa saja yang berhak menerima bantuan tentu saja teman-teman di daerah. Oleh karena itu kami minta untuk terus berkoordinasi agar penyaluran tahap selanjutnya lebih tepat sasaran,” urainya.

Sementara terkait skenario jika ada kemungkinan wabah tidak segera berakhir, Juliari menambahkan saat ini pihaknya tengah berhitung.

“Rencananya bantuan akan diteruskan dari Juli sampai September sambil menunggu instruksi Presiden. Untuk besaran anggaran yang menghitung Menteri Keuangan,” pungkasnya. (win)

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR TERBARU

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp