HOME

Operasi Yustisi Covid-19 Gencar Digelar, Warga Masih Abai Protokol Kesehatan

Operasi Yustisi Covid-19 Gencar Digelar, Warga Masih Abai Protokol Kesehatan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Kepala Dishub Kabupaten Semarang Rudibdo (kiri) tengah menjatuhkan sanksi fisik berupa push up kepada penumpang angkutan umum yang tidak mengenakan masker di Terminal Sisemut Ungaran, Jumat (18/9/2020). (Foto/win)

UNGARAN – Operasi yustisi protokol Covid-19 kembali dilaksanakan di Kabupaten Semarang. Kali ini giliran petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang yang menggelar razia tersebut dengan sasaran awak angkutan umum dan penumpang.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Kebetulan kami diberikan kewenangan mengelola terminal ini untuk menjadikan kawasan wajib masker,” ungkap Kepala Dishub Kabupaten Semarang Rudibdo, di sela-sela operasi yustisi protokol kesehatan di Terminal Sisemut Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (18/9/2020).

Dijelaskan Rudibdo, giat ini merupakan kali kelima yang dilaksanakan di Terminal Sisemut. Menurutnya ada perkembangan positif terkait ketertiban awak angkutan umum dalam mematuhi protokol kesehatan.




“Hari pertama operasi kemarin kami mendapati sebanyak 13 awak angkutan umum yang tidak mengenakan masker. Hari kedua hingga saat ini Alhamdulillah semua sudah tertib. Justru sekarang yang banyak melanggar adalah penumpang,” jelasnya.

Para pelanggar itu menurut Rudibdo berdalih lupa membawa masker sehingga terjaring razia.

“Alasannya macam-macam, ada yang lupa membawa, belum dicuci, bahkan ada yang membawa tapi sengaja tidak memakai karena malas. Maka sesuai Perbup 65 Tahun 2020, mereka yang melanggar protokol kesehatan dikenakan sanksi sosial berupa menyanyikan lagu Indonesia Raya, melafalkan Pancasila, bersih-bersih hingga push up. Untuk sanksi denda memang belum diterapkan karena di regulasinya belum mengatur itu.  Selain pemberian sanksi, kami juga membagikan masker gratis bagi mereka yang tidak membawa,” terang Rudibdo.

Ditanya sampai kapan razia dilaksanakan, Rudibdo menambahkan selama masyarakat masih abai terhadap protokol kesehatan, maka giat operasi yustisi tersebut masih akan terus digelar.

“Kuncinya ada di masyarakat. Selama warga belum bisa meyakinkan kami untuk bisa patuh terhadap protokol kesehatan, khususnya di wilayah terminal, maka kami akan terus menindak para pelanggarnya,” paparnya.

Sunaryo (59), salah seorang penumpang angkutan umum kedapatan tidak mengenakan masker dan diberikan sanksi oleh petugas dengan push up. Ia mengaku lupa membawa dari rumah saat hendak bepergian ke Pasar Bandarjo, Ungaran.

“Tadi diperiksa oleh petugas saat angkutan mau masuk ke terminal. Karena saya tidak mengenakan masker, lalu disuruh turun dan diberikan sanksi push up sebanyak 10 kali,” jelasnya. (win)

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH
KABAR NASIONAL
KABAR INTERNASIONAL

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp