HOME

Peduli Pandemi, Alumni Pangudi Luhur Salatiga Berdayakan Ekonomi Berbasis Masyarakat

Peduli Pandemi, Alumni Pangudi Luhur Salatiga Berdayakan Ekonomi Berbasis Masyarakat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Brigjen Pol Lukas Arry Dwiko Utomo (berkaus hitam) tengah menebar pakan ikan lele di kolam binaan alumni SMP PL Salatiga 1980 di lingkungan Kauman Kidul, Sidorejo, Salatiga, Sabtu (19/9/2020). (Foto/win)

SALATIGA – Dampak pandemi Covid-19 di berbagai sektor dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Terlebih di bidang ekonomi, banyak warga yang terkena imbas. Merasa prihatin dengan kondisi tersebut, komunitas alumni SMP Pangudi Luhur (PL) Salatiga angkatan 1980 membuat sebuah gerakan pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat.

“Berawal dari sebuah kegiatan rembugan secara santai dan nonformal. Kemudian dicapai suatu titik temu bahwa kumpul-kumpul itu penting tapi tidak sekedar foto-foto, selfie, makan-makan, dan ngobrol saja. Harus ada kegiatan positif, nyata, melibatkan semua teman yang bersedia untuk menghasilkan suatu yang bisa dikelola dan dinikmati secara bersama,” ujar Brigjen Pol Lukas Arry Dwiko Utomo, salah seorang alumni PL 1980 Salatiga saat ditemui di kolam binaannya, Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Salatiga Sabtu (19/9/2020).

Menurut Arry, di samping meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan di masa pandemi, kepedulian terhadap keberlangsungan ekonomi juga harus menjadi perhatian bersama.




“Oleh karena itu, kami sesama alumni tergerak bagaimana masyarakat bisa bangkit ekonominya. Salah satunya dengan membuat kolam budidaya ikan air tawar ini,” jelas Auditor Kepolisian Utama Itwasum Mabes Polri tersebut.

Disampaikan Arry, kolam binaan alumni PL 1980 tersebut awalnya berjumlah 3 buah, namun seiring berjalannya waktu bertambah menjadi 7 kolam.

“Kolam ini berdiri di atas tanah kosong milik salah seorang alumni juga. Awalnya 3, sekarang jadi 7. Isinya juga macam-macam, ada lele, nila dan bawal. Ke depan juga akan kami berdayakan kalper. Sumbangsih yang diberikan alumni tidak harus berupa uang. Yang bisa lukis juga gambar di sini dan sebagainya,” paparnya.

Di balik proyek sosial Kolam PL 80 ini, lanjut Arry, ada keinginan untuk merangkul dan memberdayakan semua potensi yang dimiliki para alumni agar dapat dirangkum dalam suatu wadah yang tujuannya untuk mewujudkan kebersamaan, kesejahteraaan yang dapat dinikmati bersama-sama.

“Ke depan, ada harapan lebih tinggi bahwa proyek sosial ini dapat menjadi percontohan bagi masyarakat sekitar sehingga dapat menjalar ke tingkat kelurahan, kecamatan, atau bahkan di Kota Salatiga. Untuk mewujudkan hal itu, maka ada target-target yang dicanangkan. Salah satunya dengan memasukkan Kolam PL 80 di google map. Harapannya, agar siapapun yang ingin berkunjung dapat mengakses lokasi dengan tepat,” urainya.

Arry berharap, proyek sosial itu dapat membantu ekonomi masyarakat, terlebih di masa sulit seperti saat ini.

“Target kami tidak muluk-muluk sebenarnya. Ini bisa bermanfaat untuk banyak orang, ekonomi masyarakat bisa bangkit kembali secara mandiri,” jelasnya. (win)

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH
KABAR NASIONAL
KABAR INTERNASIONAL

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp