PMI harus Kreatif dan Inovatif

By | 02/17/2020
PMI-harilus-Kreatif-dan-Inovatif

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, SE, MM saat membuka Musyawarah Kerja PMI Tingkat Kota (Muskerkot) Salatiga dan Penyerahan Piagam Penghargaan Donor Darah Sukarela 25 Kali di Ruang Plumpungan, Gedung Setda Kota Salatiga

Salatiga – Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah mendisrupsi berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai lembaga kemanusiaan yang senantiasa melayani sesama. PMI harus membuat program kerja yang kreatif dan inovatif, dengan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, SE, MM saat membuka Musyawarah Kerja PMI Tingkat Kota (Muskerkot) Salatiga dan Penyerahan Piagam Penghargaan Donor Darah Sukarela 25 Kali di Ruang Plumpungan, Gedung Setda Kota Salatiga, Senin, 17/02/2020.
Manfaatkan pelaksanaan Muskerkot pada hari ini sebagai wadah mengevaluasi diri, sekaligus menentukan program kerja beserta anggaran pelaksanaan kegiatan selama Tahun 2020. Buat program yang kreatif dan inovatif, dengan tetap mengedepankan 7 prinsip dasar PMI yaitu kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan,” ungkap Yuliyanto.

Disatu sisi pihaknya juga memberikan apresiasi atas dedikasi PMI, termasuk dalam penggalangan bulan dana PMI 2019 yang telah berhasil melampaui target sebesar Rp. 250 juta. “Saya ucapkan terima kasih kepada PMI Kota Salatiga, yang telah cepat, tanggap dan profesional melayani serta membantu meringankan beban sesama manusia, tidak hanya di Kota Salatiga tapi juga di beberapa daerah yang terdampak bencana di Indonesia,” jelas Wali Kota.

Sementara Wakil Wali Kota, Muh Haris, SS, MSi selaku Ketua PMI Kota Salatiga menegaskan jika PMI Kota Salatiga selama ini, selain berfungsi sebagai lembaga kepalangmerahan, PMI juga mempunyai fungsi sebagai lembaga tanggap bencana.
Alhamdulillah Kota Salatiga ini termasuk daerah yang relatif aman, kita tidak punya BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), jadi PMI juga mempunyai fungsi sebagai lembaga tanggap bencana, misalnya pada saat kekeriangan melanda Kumpulrejo dan Randuacir, di mana truk tanki bantuan air setiap hari dipergunakan untuk membantu masyarakat,” kata Muh Haris.

Demikian pula dalam bidang donor darah, target 9.000 kantong per tahun dapat dipenuhi oleh PMI. “Untuk tahun 2020 ini, kami berharap agar target 10.000 kantong per tahun dapat tercapai. Untuk itu saya harap agar donor darah ini menjadi budaya dan gaya hidup bagi instansi pemerintah maupun masyarakat umum,” urai Muh Haris.(rief)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *