HOME

Produksi Garam Industri Terdampak Pandemi

Produksi Garam Industri Terdampak Pandemi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Foto/IST

RASIKAFM – Musim kemarau tahun ini yang cenderung pendek membuat petani garam di pesisir Kabupaten Brebes tidak lagi melakukan produksi. Bahkan, dari 658 petani, hanya 15 persen saja yang melakukan produksi. Akibatnya, harga mengalami kenaikan.

Kenaikan harga dari yang sebelumnya Rp400 per kg menjadi Rp600 per kg. Sedangkan harga jual garam industri di pasaran tidak mengalami kenaikan. Terlebih saat pandemi, di mana pabrik-pabrik besar yang membutuhkan garam mengurangi produksinya.

Pemilik pabrik garam tradisional di Desa Pesantunan Kecamatan Wanasari, Ponco Eko Prasetyo mengatakan,banyak perusahaan yang mengurangi produksi,sehingga mengurangi permintaam garam industri. Garam industri ini bagi pabrik tekstil untuk membantu pewarnaan kain. Selain itu,digunakan untuk kebutuhan farmasi, kosmetik, tekstil, dan sebagainya.




Ponco menerangkan, untuk mencari bahan baku pembuatan garam industri saat ini cukup sulit. Pasalnya, banyak petani yang memilih menimbunnya di gudang sembari menunggu harganya kembali naik seiring memasuki musim hujan.

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH
KABAR NASIONAL
KABAR INTERNASIONAL

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp