HOME

Putra Mundjirin “Lawan” Ibu Kandung Sendiri

Putra Mundjirin “Lawan” Ibu Kandung Sendiri

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest
Biena Munawa Hatta (tengah) usai membacakan surat pernyataan dukungan kepada bakal paslon Ngesti Nugraha - M Basari, di kantor DPC PDI P Kabupaten Semarang,

Biena Munawa Hatta (tengah) usai membacakan surat pernyataan dukungan kepada bakal paslon Ngesti Nugraha – M Basari, di kantor DPC PDI P Kabupaten Semarang, Jumat (632020) siang. (foto win)

BAWEN – Keputusan Bintang Narsasi untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Semarang 2020 melalui partai di luar PDI P, menyisakan persoalan bagi Biena Munawa Hatta (Awang). Sebab dia merupakan putra kandung Bintang sekaligus kader partai berlambang kepala banteng itu. Menyikapi situasi politik yang terus berkembang tersebut, Awang akhirnya membuat keputusan dengan memberikan dukungannya kepada lawan politik ibu kandungnya, yakni Ngesti Nugraha – M Basari.

“Berkaitan dengan situasi politik saat ini, maka saya menyatakan sikap akan memberikan dukungan kepada bakal paslon Ngesti Nugraha – Basari, sebab bagaimanapun saya masih kader dan anggota PDI P yang senantiasa taat peraturan dan rekomendasi partai,” ucapnya saat membacakan surat pernyataan dukungan di kantor DPC PDI P, Jumat (6/3/2020) siang.

Di hadapan para pengurus DPC PDI P, Awang mengaku akan tunduk kepada AD/ ART partai. Oleh karena itu apa yang menjadi rekomendasi partai akan dijalankan, termasuk “melawan” ibu kandungnya dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Semarang 2020.




“Dalam etika politik, saya tetap menjalankan rekomendasi partai. Dalam hal ini saya akan lawan ibu saya sendiri. Saya akan aktif dalam kegiatan pemenangan Ngesti – Basari. Tentunya dengan membedakan sikap politik saya dengan hubungan kekeluargaan,” ungkapnya.

Ditanya mengenai bagaimana reaksi orang tuanya terkait sikap politiknya, Awang mengatakan hal itu tidak menjadi masalah. Bintang cukup legowo dengan apa yang sudah menjadi keputusan putranya yang saat ini duduk di komisi D DPRD Kabupaten Semarang itu.

“Saya sudah menjalin komunikasi dengan bapak dan ibu. Beliau tidak ada masalah, sebab saya dibesarkan di lingkungan keluarga yang demokratis. Oleh karenanya beda pilihan politik tidak lantas membuat hubungan kami menjadi tidak baik,” paparnya.

Sekretaris DPC PDI P Kabupaten Semarang Bondan Marutohening menuturkan pihaknya menghargai apa yang sudah menjadi keputusan Awang.

“Saya mengapresiasi keputusan Mas Awang. Sebagai kader partai, hal itu sudah seharusnya. Artinya dia masih berkomitmen terhadap aturan partai,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya tetap akan memantau pergerakan Awang terutama dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Semarang 2020.

“Kami tetap akan memonitor. Bukannya kami tidak percaya akan tetapi untuk lebih memastikan saja. Bilamana beliau ternyata tidak bisa menjaga komitmen, maka partai akan memberikan sanksi hingga pemecatan. Tentunya akan dikonsultasikan dulu dengan DPD dan DPP,” tegasnya.

(win)

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp