RASIKAFM.COM

๐Ÿ“† 30/11/2022 ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ ๐Ÿ•“ 05:42

Putra Mundjirin “Lawan” Ibu Kandung Sendiri

Biena Munawa Hatta (tengah) usai membacakan surat pernyataan dukungan kepada bakal paslon Ngesti Nugraha - M Basari, di kantor DPC PDI P Kabupaten Semarang,

Biena Munawa Hatta (tengah) usai membacakan surat pernyataan dukungan kepada bakal paslon Ngesti Nugraha – M Basari, di kantor DPC PDI P Kabupaten Semarang, Jumat (632020) siang. (foto win)

BAWEN – Keputusan Bintang Narsasi untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Semarang 2020 melalui partai di luar PDI P, menyisakan persoalan bagi Biena Munawa Hatta (Awang). Sebab dia merupakan putra kandung Bintang sekaligus kader partai berlambang kepala banteng itu. Menyikapi situasi politik yang terus berkembang tersebut, Awang akhirnya membuat keputusan dengan memberikan dukungannya kepada lawan politik ibu kandungnya, yakni Ngesti Nugraha – M Basari.

“Berkaitan dengan situasi politik saat ini, maka saya menyatakan sikap akan memberikan dukungan kepada bakal paslon Ngesti Nugraha – Basari, sebab bagaimanapun saya masih kader dan anggota PDI P yang senantiasa taat peraturan dan rekomendasi partai,” ucapnya saat membacakan surat pernyataan dukungan di kantor DPC PDI P, Jumat (6/3/2020) siang.

Di hadapan para pengurus DPC PDI P, Awang mengaku akan tunduk kepada AD/ ART partai. Oleh karena itu apa yang menjadi rekomendasi partai akan dijalankan, termasuk “melawan” ibu kandungnya dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Semarang 2020.

“Dalam etika politik, saya tetap menjalankan rekomendasi partai. Dalam hal ini saya akan lawan ibu saya sendiri. Saya akan aktif dalam kegiatan pemenangan Ngesti – Basari. Tentunya dengan membedakan sikap politik saya dengan hubungan kekeluargaan,” ungkapnya.

Ditanya mengenai bagaimana reaksi orang tuanya terkait sikap politiknya, Awang mengatakan hal itu tidak menjadi masalah. Bintang cukup legowo dengan apa yang sudah menjadi keputusan putranya yang saat ini duduk di komisi D DPRD Kabupaten Semarang itu.

“Saya sudah menjalin komunikasi dengan bapak dan ibu. Beliau tidak ada masalah, sebab saya dibesarkan di lingkungan keluarga yang demokratis. Oleh karenanya beda pilihan politik tidak lantas membuat hubungan kami menjadi tidak baik,” paparnya.

Sekretaris DPC PDI P Kabupaten Semarang Bondan Marutohening menuturkan pihaknya menghargai apa yang sudah menjadi keputusan Awang.

“Saya mengapresiasi keputusan Mas Awang. Sebagai kader partai, hal itu sudah seharusnya. Artinya dia masih berkomitmen terhadap aturan partai,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya tetap akan memantau pergerakan Awang terutama dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Semarang 2020.

“Kami tetap akan memonitor. Bukannya kami tidak percaya akan tetapi untuk lebih memastikan saja. Bilamana beliau ternyata tidak bisa menjaga komitmen, maka partai akan memberikan sanksi hingga pemecatan. Tentunya akan dikonsultasikan dulu dengan DPD dan DPP,” tegasnya.

(win)

Tags๐Ÿท๏ธ

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Bagikan

๐Ÿ“Œ Baca Juga:

๐Ÿ“Œ Baca Juga:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

๐Ÿ“ŒKABAR TERBARU

๐Ÿ“ŒKABAR TERBARU

Cegah Korupsi dari Tingkat Bawah, KPK Luncurkan 10 Desa Antikorupsi

– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan peluncuran Desa Antikorupsi tahun 2022 dengan tema โ€˜Berawal dari Desa Kita Wujudkan Indonesia Bebas dari Korupsiโ€™. Kegiatan yang merupakan puncak dari serangkaian tahapan pembentukan percontohan Desa
Antikorupsi yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2022 ini digelar di Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Selasa (29/11/2022).

๐Ÿ“Œ INFOGRAFIS ๐Ÿ“ธ

๐Ÿ“Œ INFOGRAFIS ๐Ÿ“ธ

๐Ÿ“Œ KABAR PERISTIWA

๐Ÿ“Œ KABAR PERISTIWA

๐Ÿ“Œ KABAR OLAH RAGA

๐Ÿ“Œ KABAR OLAH RAGA

๐Ÿ“ŒRASIKA FEATURE

๐Ÿ“ŒRASIKA FEATURE

kabar-pln_image
error: .