HOME

Riyadi Sukses Bertanam Pak Chong, Kini Beromset Ratusan Juta per Bulan

Riyadi Sukses Bertanam Pak Chong, Kini Beromset Ratusan Juta per Bulan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Riyadi (berkacamata baju hijau) tengah menunjukkan hasil panen Rumput Pak Chong yang merupakan binaan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kabupaten Semarang Provinsi Jateng. / rabu 21 Oktober 2020

RASIKAFM – “petani harus kaya, anak muda jangan mengandalkan untuk jadi PNS” …………. itulah kata kata semanggat yang kerap dilontarkan oleh Riyadi, Ketua forum tani muda Jawa Tengah yang kini sukses setelah membudidayakan rumput Pak Chong dilahan desa sejak 6 tahun silam.
Kepada rasikafm.com ia menceritakan awal mula memulai bisnis pakan ternak, dibawah bendera Cahaya Baru,

Gondrong panggilan akrab riyadi mengungkapkan semula Berawal dari bantuan yang diperoleh pada medio 2014, dari Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian serta dibawah binaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kabupaten Semarang, hingga akhirnya sentra pembibitan tanaman pakan ternak Cahaya Baru di Desa Kadirejo Pabelan, Kabupaten Semarang, ini memiliki omzet mencapai miliaran rupiah setiap panen.

Awalnya Bantuan yang diterima sebanyak 20 ribu stek untuk lahan seluas dua hektar. Riyadi menambahkan bisnis pakan ternak sangat bagus karena kebutuhannya terus bertambah. “Setelah sukses bertanam indigofera atau odot, saat ini kami menanam rumput Thailand jenis pak chong, king grass. turi, dan kaliandra yang termasuk jenis legume,” terangnya, Rabu (21/10/2020).




Menurutnya, saat ini yang banyak peminat adalah rumput pak chong. “Untuk pemasaran hampir seluruh daerah di Jawa, sedang yang luar pulau penjualan dengan cara online,” jelasnya. Saat ini, luasan lahan untuk media tanam pakan ternak yang dikelola Cahaya Baru mencapai 9 hektar. “Satu hektar per panen itu bisa menghasilkan stek sebanyak 1.800.000. Harga per stek itu Rp 1.000,” terang Riyadi. Bibit stek dipanen setiap empat bulan, sementara rumputnya setiap 40 hari sekali.

Meski sangat mudah dikembangkan, namun Gondrong mengaku ada beberapa Kendala dalam menjalankan bisnis pakan ternak hijauan, yakni soal ketersediaan air. “Kami mengandalkan irigasi. Kalau soal risiko hama, kemungkinannya sangat kecil,” jelasnya.

Dia mengatakan dalam memberdayakan warga sekitar menerapkan pola kemitraan. Dimana Ada beberapa yang pernah bekerja dengannya, kemudian membuka lahan sendiri.namun Kami saling bekerja sama karena memang kebutuhan rumput sangat banyak.

Diakhir wawancaranya dengan Rasika FM Riyadi tokoh Tani Muda jateng ini mengajak agar generasi muda kedepan jangan takut jika nanti tidak diterima sebagai PNS, masih banyak jalan menuju kesuksesan salah satunya ialah dengan bercocok tanam namun dengan sistem modern, “Alhamdulillah saya sudah membuktikanya meski tidak menjadi PNS namun bisa mencukupi kebutuhan keluarga, bahkan yang lebih penting kami bisa memberdayakan petani disekitar Pabelan” tambah Riyadi yang juga kepala desa Kadirejo kecamatan Pabelan ini bangga (rief)

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH
KABAR NASIONAL
KABAR INTERNASIONAL

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp