KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Satu Dekade Mencetak Juara: Mutiara Swimming Club Ungaran Kuasai Podium Kejuaraan Renang Jawa Tengah

Satu Dekade Mencetak Juara: Mutiara Swimming Club Ungaran Kuasai Podium Kejuaraan Renang Jawa Tengah

Satu Dekade Mencetak Juara: Mutiara Swimming Club Ungaran Kuasai Podium Kejuaraan Renang Jawa Tengah

UNGARAN – Sebuah kado manis tercipta di awal tahun 2026 bagi keluarga besar Mutiara Swimming Club (MSC) Ungaran. Memasuki usia ke-10 sejak berdiri pada tahun 2016, klub renang asal Ungaran, Kabupaten Semarang ini sukses mengukuhkan eksistensinya sebagai kekuatan utama di Jawa Tengah. MSC Ungaran berhasil menyabet gelar Juara Umum dalam ajang Akuatik Boyolali Swimming Competition 2026.

Dalam kejuaraan renang tingkat pemula se-Jawa Tengah yang berlangsung di Kolam Renang Tlatar, Kabupaten Boyolali, pada Minggu, 25 Januari 2026 tersebut, MSC Ungaran tampil perkasa di hadapan 448 atlet dari berbagai daerah.

Dominasi Mutlak 71 Medali

Dari total 29 atlet muda yang diterjunkan, MSC Ungaran berhasil memuncaki klasemen dengan koleksi medali yang sangat mencolok. Klub ini sukses membawa pulang total 71 medali, yang terdiri dari:

25 Medali Emas

27 Medali Perak

19 Medali Perunggu

Dominasi ini membuat MSC Ungaran berdiri kokoh di posisi pertama, unggul jauh di atas Magelang Aquatic Swimming Club (44 medali) dan Pandhowo Swimming Club Klaten (39 medali).

Kinan dan Chaesang Sabet Gelar Perenang Terbaik

Kemenangan ini terasa semakin manis dengan terpilihnya dua atlet andalan MSC sebagai Perenang Terbaik berkat performa mereka yang memukau di lintasan:

Kinanti Arsyila Althafunnisa: Menunjukkan dominasi luar biasa dengan raihan 7 Emas, 1 Perak, dan 1 Perunggu.

Chaesang Ayu Diko Maheswari: Tampil gemilang dengan koleksi 6 Emas dan 1 Perak.

Resep Rahasia: Sinergi dan Konsistensi

Di balik kesuksesan besar ini, terdapat tangan dingin tim pelatih kelas prestasi yang dipimpin oleh Muhammad Abadi, Herawan Crisnanto, Fauzan Fadhlurrahman Rasib dan Ahmad Bagus. Manajer sekaligus pelatih MSC Ungaran, Yulia Indah Permatasari (Coach Lia), mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan timnya terletak pada kolaborasi yang harmonis.

“Kiat-kiat berhasil kami adalah selalu belajar dan belajar, konsisten, dan tidak lupa doa, serta kerja sama antara manajemen, pelatih, dan orang tua atlet yang kompak,” tegas Coach Lia.

Persaingan Ketat Ratusan Atlet

Kompetisi ini menjadi salah satu panggung terbesar bagi perenang muda di Jawa Tengah dengan total partisipasi 448 atlet (237 putra dan 211 putri). Ajang ini diikuti oleh 42 perkumpulan klub serta 43 entitas personal maupun sekolah. Peserta yang bertanding mencakup kelompok usia anak kelahiran tahun 2014 hingga 2020 dan sesudahnya.

Secara total, kejuaraan ini memperebutkan 167 emas, 164 perak, dan 159 perunggu. Kemenangan telak ini semakin menegaskan posisi MSC Ungaran sebagai kiblat pembinaan renang usia dini yang sukses di usianya yang kini genap satu dekade. (ben)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]