RASIKAFM.COM

📆 27 June 2022 🇮🇩 🕓 6:12 pm

Selamatkan Bumi, Tiga Mahasiswa Ini Ubah Kulit Singkong Jadi Plastik

Selamatkan-Bumi,-Tiga-Mahasiswa-Ini-Ubah-Kulit-Singkong-Jadi-Plastik

Inovator CASPEEA : I Gede Kesha Aditya Kameswara, M Sulthan Arkana, Pambayun Pulung Manekung Stri Sinandang

SALATIGA – Plastik menjadi salah satu sampah yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Menurut laporan PBB, setiap tahunnya plastik membunuh satu juta burung laut, 100 ribu mamalia laut, serta ikan dan penyu yang tak terhingga jumlahnya. Krisis sampah plastik ini menjadi keresahan tersendiri bagi tiga mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang tergabung dalam tim inovator CASPEEA.

Belum lama ini, tim inovator CASPEEA yang terdiri dari I Gede Kesha Aditya Kameswara, M Sulthan Arkana, keduanya mahasiswa program studi Kimia Fakultas Sains dan Matematika (FSM), serta Pambayun Pulung Manekung Stri Sinandang mahasiswi prodi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) UKSW mengembangkan sebuah produk bioplastik berbahan dasar kulit singkong.

Kenapa kulit singkong? Menurut Kesha hal ini dikarenakan kulit singkong yang mengandung sekitar 60% polisakarida berupa pati hanya menjadi limbah dan belum banyak dimanfaatkan. Indonesia sebagai salah satu produsen singkong terbesar di dunia dengan kapasitas produksi mencapai 21 juta ton setiap tahun dikatakannya menjadikan kulit singkong sebagai kandidat kuat sebagai bahan utama pembuatan bioplastik karena memiliki keberlangsungan (sustainability) yang baik.

Tidak tanggung-tanggung, produk inovasi yang diberi nama “CASPEEA: A Bioplastic Made from Cassava Peel Wastage to Combat Plastic Waste Crisis Worldwide” ini diklaim memiliki ketahanan terhadap beban hingga mencapai 15 Mpa. Sementara produk bioplastik lainnya hanya dapat menahan beban sebesar 9 Mpa.

“Kalau plastik biasa yang diproduksi oleh pabrik dapat menahan beban berkisar 20 hingga 30 Mpa. Hal ini membuat kami yakin kalau produk bioplastik yang kami hasilkan mampu bersaing dengan plastik biasa. Kami juga menjamin bahwa produk ini food grade meskipun ada campuran bahan kimia,” tutur Kesha yang sebelumnya pernah bereksperimen dengan popok bayi dari kulit singkong tersebut.
Mudah terurai

Untuk kemampuan terurainya, Kesha menyebut bioplastik yang mereka hasilkan dapat terurai sebesar 34,56% selama 3 hari waktu penimbunan didalam tanah, sedangkan produk kompetitor hanya sebesar 18% adapun plastik biasa tidak dapat terurai sama sekali.

Raih Perak - di ajang “Thailand Inventor’s Day 2020” di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC)

Raih Perak – di ajang “Thailand Inventor’s Day 2020” di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC)

“Proses produksi dari bioplastik CASPEEA ini pun terbilang mudah karena tidak memerlukan alat canggih. Proses produksinya dilakukan dengan merendam kulit singkong kedalam larutan garam CR (Cyano Reduction) untuk menghilangkan sianida yang terdapat pada kulit singkong, kemudian proses berikutnya adalah mengeringkan sekaligus menghaluskan kulit singkong tersebut hingga bentuknya berubah menjadi tepung,” jelas Sultan.

Adapun tepung kulit singkong kemudian dicampurkan dengan asam laktat untuk meningkatkan ketahanan terhadap panas (fire resistant), setelah itu campuran tersebut dicuci dengan aseton untuk memperoleh butiran bioplastik. Selanjutnya, butiran dicampurkan dengan polivinil alkohol (PVA) dan bahan penambah lainnya untuk memproduksi bioplastik yang memiliki nilai kuat tarik yang tinggi.

[Raih Perak] – Dari hasil inovasi tersebut, ketiga mahasiswa yang saat ini masih aktif berkuliah tersebut berhasil menyumbangkan medali perak bagi UKSW pada ajang “Thailand Inventor’s Day 2020” di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC), Bangkok, Thailand pada 2-6 Februari lalu.

Tim CASPEEA menjadi salah satu kontingen yang mewakili Indonesia dalam kompetisi yang diikuti oleh 500 peserta dari 23 negara. Capaian ini sekaligus melengkapi total raihan medali kontingen Indonesia yakni sebanyak 58 medali baik emas, perak dan perunggu.

Atas raihan ini ketiganya mengaku bersyukur dan bangga dapat terpilih sebagai salah satu dari 30 tim wakil Indonesia. Kedepan, mereka akan terus mengembangkan produk CASPEEA. “Kami akan menguji produk, CASPEEA juga memiliki potensi menjadi pupuk karena bahan dasarnya mengandung mikromolekul yang dapat dijadikan pupuk kompos,” ujar Sultan.

Prestasi tim yang dibimbing oleh salah satu dosen FSM, Dr. Yohanes Martono, S.Si, M.Sc., tersebut mendapat apresiasi dari pimpinan universitas dan fakultas. Ditemui dalam sebuah kesempatan, Dekan FSM UKSW, Dr. Drs. Adi Setiawan, M.Sc., menyampaikan selamat atas prestasi yang telah diusung. Beliau berharap raihan ini dapat mendorong mahasiswa lain untuk turut berinovasi dan memberikan dampak bagi lingkungan serta masyarakat.

“Sebagai insan yang ditempa dengan konsep creative minority di UKSW, kami berharap mereka dapat menjawab berbagai permasalahan serta tantangan yang ada di masyarakat. Sehingga mampu memberikan manfaat bagi sekitar,” imbuh Dr. Adi Setiawan.

(rief)

Tags🏷️

Bagikan

📌 Baca Juga:

📌 Baca Juga:

📌KABAR TERBARU

📌KABAR TERBARU

Ganjar: Satu Pekan Ini 75ribu Vaksin Harus Dihabiskan

Jawa Tengah mendapatkan alokasi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebanyak 75 ribu vaksin. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan agar seluruh vaksin itu dihabiskan dalam waktu sepekan. 

Grand Opening Hotel Aruss Semarang, Fasilitas Kini Sudah Beroperasi Penuh

Hotel Aruss Semarang menggelar acara Grand Opening pada hari Minggu (26/6/2022). Hotel yang terletak di Jalan dr. Wahidin No. 116 Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Semarang ini awalnya secara bertahap mulai dibuka untuk umum pada 15 Maret 2022 lalu hingga akhirnya beroperasi secara penuh dengan seluruh fasilitas lengkap pada bulan Juni 2022.

Hewan Ternak Terkena PMK Boleh untuk Berkurban, Asal…

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah membeberkan syarat sah hewan kurban saat Hari Raya Iduladha. Hal itu disampaikan seiring mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Diantaranya, jika hewan yang terkena PMK dengan gejala klinis yang berat maka hukumnya tidak boleh dan tidak sah dijadikan hewan kurban.

Cegah PMK Meluas, Dispantan Salatiga Lakukan Check Point Hewan Qurban

Dinas Pangan dan Pertanian (Dispantan) Salatiga membuat check point guna pemeriksaan ternak yang melintas di jalan Sukarno Hatta Noborejo Salatiga, senin 27 juni 2022 pagi. Langkah ini dilakukan untuk menekan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kini mewabah.

Anggota PTBS, Terima Bantuan Becak Listrik Dari Pawarsa

Wiwin mengatakan, becak listrik buatannya terinspirasi saat dirinya menjemput anaknya sekolah. Saat itu, dia melihat seorang berusia lanjut yang terengah-engah mengayuh becak. “Saya merasa kasihan dan tertantang untuk membantu karena di usia tuanya dia masih mencari nafkah,” jelasnya Sabtu (25/6/2022)

Lomba Burung Perkutut, Meriahkan HUT Bhayangkara Polres Salatiga

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana mengatakan lomba perkutut lokal ini diadakan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-76 Bhayangkara. “Kita mengapresiasi penyelenggaraan lomba ini karena bisa menyatukan peserta dari berbagai daerah, selain menyalurkan hobi juga menggerakan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

📌 INFOGRAFIS 📸

📌 INFOGRAFIS 📸

Infogenangan 16/06/2022 🕓12.30

Laporan Kawan Rasika memantau genangan air sudah mulai terlihat di sekitar Dermaga Samudera 1 area pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Video diatas diambil sekitar pukul 12.00

UpdateLalin 15/06/2022 🕓07.30

Informasi perbaikan jalan di jalur pantura ruas Juwana – Rembang tepatnya di Batangan kembali berlangsung. Pagi ini terlihat beberapa alat berat di lokasi, ada lajur

UpdateLalin 11/06/2022 🕓09.35

Dilakukan pengaspalan jalan lokasi sebelum batas kota Ungaran, Mijen, arah Bawen, memakan lajur sebelah kiri. Lalu lintas menyempit mulai sekitar depan UNW.

RasikaUpdate 07/06/2022 🕓10.50

Selain dilaporkan adanya genangan air di Pantura Genuk arah Semarang, air juga terpantau di Jl. Gebanganom Raya dan Jl. Padi Raya. Air meluap imbas hujan

UpdateLalin 06/06/2022 🕓13.15

Lalu lintas merayap di Gombel Lama, Semarang, imbas pengaspalan jalan lokasi di titik perbaikan gorong-gorong sebelum underpass Jatingaleh.

UpdateLalin 03/06/2022 🕓12.40

Dilaporkan di Karangawen juga dilaporkan perbaikan jalan memakan satu jalur. Informasi jalan dikeruk untuk kemudian dilakukan pengecoran.

Wajah Baru Stadion Jatidiri Semarang

Memasuki tahap akhir renovasi, sudah terlihat pada atap tribun barat dan lampu stadion yang sudah terpasang. Hingga kondisi rumput lapangan yang sudah bagus.

UpdateLalin 07/01/2022 🕓16.10

Tiga genangan air bisa ditemui di jalur Kudus menuju Pati: yaitu di Pura, Terban, dan Gondoharum. Genangan di Gondoharum jangkauannya sekitar 20 meter, dan tinggi

📌 KABAR PERISTIWA

📌 KABAR PERISTIWA

📌 KABAR OLAH RAGA

📌 KABAR OLAH RAGA

📌RASIKA FEATURE

📌RASIKA FEATURE

📌KABAR POPULER

📌KABAR POPULER

Sambut-Idul-Adha,-Digdaya-Berikan-Belasan-Ekor-Kambing
Sambut Idul Adha, Digdaya Berikan Belasan Ekor Kambing
Puluhan-Bangkai-Kambing-Ditemukan-di-Aliran-Kali-Serang-Susukan,-Indikasi-PMK-2
Puluhan Bangkai Kambing Ditemukan di Aliran Kali Serang Susukan, Indikasi PMK?
Camat-Tengaran,-bersama-Jito-Pramujito-dan-Kades-Patemon-serta-tamu-undangan-lain-saat-acara-Senam-Bersama
Nol Kasus Covid, Tengaran Gelar Senam Bersama
Dirlantas-Polda-Jateng,-Kombes-Pol-Agus-Suryo-Nugroho
5 Hari Berjalan, Polda Jateng Catat Ribuan Pelanggaran Saat Ops Patuh Candi 2022 Lewat ETLE
KKN-Unnes-Gelar-Expo-Pasar-Kuliner-dan-Gebyar-Budaya-di-Desa-Wisata-Muncar
KKN Unnes Gelar Expo Pasar Kuliner dan Gebyar Budaya di Desa Wisata Muncar
Wartawan-peliput-Polres-Salatiga-dan-PJU-Polres-berfoto-sesaat-sebelum-pertandingan-persahabatan
Kemeriahan HUT Bhayangkara, Wartawan Ungguli Polres Salatiga Skor 1-0
Kabidhumas-Polda-Jateng-Tanggapi-Viral-Unggahan-Foto-Tentang-Warga-Sukoharjo-Ditilang-Pakai-ETLE-2
Kabidhumas Polda Jateng Tanggapi Viral Unggahan Foto Tentang Warga Sukoharjo Ditilang Pakai ETLE
Lokasi-check-Point-hewan-Qurban-oleh-Dispantan-Salatiga
Cegah PMK Meluas, Dispantan Salatiga Lakukan Check Point Hewan Qurban
AS-Warga-Ledok,-Pelaku-Pembunuhan-Penjual-Kopi-di-Senjoyo-Tertangkap
AS Warga Ledok, Pelaku Pembunuhan Penjual Kopi di Senjoyo Tertangkap
Petugas-menyemprot-kandang-sapi-komunal-milik-CV-Bangkit-Sukses-Mandiri-di-kawasan-Gogik,-Ungaran-Barat-menggunakan-cairan-disinfektan-sebagai-upaya-antisipasi-terhadap-PMK-pada-hewan-ternak
Jateng Surplus Hewan Kurban
kabar-pln
error: