HOME

Sempurnakan RUU Kejaksaan, Kejagung Minta Masukan 2 kampus Ternama

Sempurnakan RUU Kejaksaan, Kejagung Minta Masukan 2 kampus Ternama

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Yudi Kristiana dan Haryanto saat menjadi nara sumber diskusi RUU kejaksaan di aula uksw sabtu 12 september 2020

RASIKAFM – Langkah ini diambil agar pihak kejaksaan mempunyai masukan serta referensi yang cukup kuat sebelum disyahkannya RUU kejaksaan, Dua kampus itu Universitas Hasanudin (Unhas) dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga bahkan keduanya diminta masukan dan saran oleh Kejaksaan Agung, terkait pembahasan RUU Kejaksaan, yang dibahas DPR RI tahun ini. Apalagi dua universitas tersebut selama ini telah memiliki Pusat Studi Kejaksaan dan sudah bekerja sama dengan Kejagung, terkait tugas-tugas kejaksaan.

”Terkait pembahasan RUU Kejaksaan, kami meminta masukan Pusat Studi Kejaksaan yang ada di Universitas Hasanudin dan UKSW Salatiga. Khusus Di Salatiga kami menghadirkan dosen Fakultas Hukum UKSW, Dr Haryanto, dan para akademisi serta para jaksa untuk masukannya,” ungkap Dr Yudi Kristiana SH MHum wakil Kejagung usai Diskusi RUU Kejaksaan di Aula FH UKSW, Sabtu (12/9).

Dalam Diskusi tersebut juga menghadirkankan praktisi hukum dan jaksa di Kejari Salatiga dan Kejari Semarang. Hadir Kajari Salatiga Gede Edy Bujanayasa SH MH, Dekan FH UKSW Dr Marihot Janpieter Hutajulu SH MHum, dan para dosen. Menurut Yudi yang juga mantan Kejari Salatiga, diskusi tentang kejaksaan merupakan kegiatan inisiasi terkait RUU Kejaksaan yang akan masuk dalam pembahasan DPR RI. Dengan adanya diskusi di FH UKSW ini diharapkan ada masukan dan argumen untuk penyempurnaan RUU Kejaksaan.

Sementara itu, Dr Haryanto memaparkan pula bila RUU Kejaksaan dan RUU KUHP pada prinsipnya sudah sejalan. Pada RUU Kejaksaan terdapat beberapa perubahan yang mengarah pada penyempurnaan dalam proses penanganan hukum di Tanah Air.

Haryanto mengaku banyak sekali proses penyidikan dan penuntutan di kejaksaan yang kerap menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Terutama kasus susila, misalnya jika disidik oleh jaksa A tidak secepat disidik jaksa lainnya. Lalu kasus penuntutan penyiraman air keras dan lainnya. Termasuk persoalan yang terkait terkait Jaksa Pinangki dalam kasus Djoko Tjandra. ”Di dalam RUU Kejaksaan ini diharapkan lebih sempurna dalam penangganan kasus hukum,” katanya (rief)

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR TERBARU

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp