Sepanjang 2019, Tindak Kejahatan di Wilayah Hukum Polres Semarang Didominasi Kasus Curanmor

Sepanjang 2019, Tindak Kejahatan di Wilayah Hukum Polres Semarang Didominasi Kasus Curanmor

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest
Kasatreskrim-Polres-Semarang-AKP-Rifeld-Constantien-Baba,-SIK-MH

Kasatreskrim Polres Semarang AKP Rifeld Constantien Baba, SIK MH. (foto: win)

UNGARAN – Sepanjang tahun 2019 hingga memasuki minggu terakhir di bulan Februari 2020, kasus kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih mendominasi di wilayah hukum Polres Semarang. Pernyataan itu disampaikan oleh Kapolres Semarang melalui Kasatreskrim Polres Semarang AKP Rifeld Constantien Baba SIK, MH saat ditemui di Mapolres Semarang, Selasa (25/2/2020).

Dijelaskan oleh Kasatreskrim, dari keseluruhan kasus kejahatan yang ditangani, 72 persen adalah tindak kejahatan curanmor dengan sasaran motor matic. “Curanmor masih ada di peringkat pertama kasus yang ditangani oleh reskrim, kurang lebih ada 36 kasus dan berhasil kita ungkap 21 kasus, disusul tindak pidana penipuan dan penggelapan,” katanya.

Kasus curanmor menurut Kasatreskrim bukanlah kasus baru. Akan tetapi seiring perkembangan jaman, modus dan metode yang digunakan oleh para pelakunya pun semakin beragam. Jika dahulu pelaku hanya bermodal kunci letter T, sekarang mereka sudah bisa memodifikasi alat untuk membobol sistem keamanan yang ada pada kendaraan.

“Kasus curanmor terakhir yang berhasil kita ungkap, pelakunya dari Kabupaten Demak dan telah melancarkan aksi sebanyak 52 kali. Mereka tidak lagi pakai kunci T, melainkan memodifikasi alat menggunakan gagang sikat gigi yang ditempeli 4 biji magnet. Itu sudah cukup untuk membobol blocker magnet pada lubang kunci motor,” urainya.

Menurut Kasatreskrim tingginya angka tindak kejahatan curanmor di wilayah hukum Polres Semarang disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya sistem keamanan bawaan pabrik pada kendaraan masih belum cukup memadai, lokasi parkir yang tidak aman serta waktu yang digunakan untuk beraksi sangat cepat.

“Mereka sekali beraksi bisa kurang dari 1 menit dengan alat modifikasinya itu. Dalam semalam bisa menggasak tidak kurang dari 3 unit motor. Sasaran utamanya memang motor matic yang diparkir di lokasi yang tidak aman, misalnya ruangan terbuka. Kemudian aksi dilakukan pada jam istirahat antara pukul 00.00 hingga 03.00 dini hari”, ungkapnya.

Oleh karena itu, dia menghimbau agar masyarakat senantiasa mawas diri dan waspada akan tindak kejahatan curanmor ini. “Pastikan kendaraan diparkir di lokasi tertutup, pasang kunci pengaman ganda dan jika hendak bepergian usahakan rumah tidak kosong”, pungkasnya.

(win)

Reaksi Anda? :

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
KABAR POPULER

KATAGORI

  • Agenda
  • Peristiwa
  • Pilkada
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Religi
  • Transportasi
  • Infrastruktur
  • Event

INFORMASI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy Policy
  • Media Partner
  • Disclaimer
  • Lowongan Pekerjaan

RASIKA NETWORK

  • Wava TV Chanel
  • 105.6 FM Rasika USA
  • 100.1 FM Rasika Semarang
  • 88.9 FM Rasika Pekalongan
  • 88.0 FM Rasika Sragentina