RASIKAFM.COM

๐Ÿ“† 30/11/2022 ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ ๐Ÿ•“ 05:04

Sidak Verifikasi PPDB di SMA 3 Semarang, Ganjar; Kalau Ada Kecurangan, Coret!

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali sidak untuk mengecek proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Kamis (2/7), Ganjar sidak ke SMAN 3 Semarang untuk melihat proses validasi dan verifikasi data faktual.

 

Satu persatu proses validasi dan verifikasi data dicek oleh orang nomor satu di Jawa Tengah itu. Tak hanya memastikan proses validasi berjalan lancar, ia juga memastikan penerapan protokol kesehatan dilaksanakan di sekolah itu.

Di tempat itu, Ganjar melihat tidak ada kerumunan orang tua maupun calon siswa. Mereka semua tertib mengantre, baik saat proses pengecekan data awal sampai akhir. Untuk memecah kerumunan, pihak sekolah memperbanyak ruangan untuk proses validasi.

“Sekarang kita mulai proses terus menerus. Saya hanya ingin memastikan, protokol kesehatannya disiapkan agar tidak berkerumun. Serta, proses verifikasi faktualnya juga harus ketat dengan harapan data yang masuk benar adanya,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, seluruh guru di SMA/SMK se Jateng dioptimalkan dalam proses pemeriksaan itu. Dengan begitu, maka clearence data diharapkan dapat dilakukan sehingga tidak ada lagi unsur manipulasi, kebohongan, aspal dan sebagainya.

“Kami ingin menciptakan integritas, jadi kalau ada yang mengatakan PPDB di Jateng lama dan terkesan bertele-tele, itu sebenarnya tidak benar. Kami sedang berhati-hati soal ini,” terangnya.

Ganjar menyebutkan, sudah ada temuan pelanggaran PPDB. Sejak awal pendaftaran, temuan-temuan pelanggaran soal integritas sudah ditemukan.

“Temuan sudah ada, jumlahnya saya belum mendapat laporan. Kalau yang awal-awal kita kasih peringatan, tapi kalau temuannya saat validasi dan verifikasi ini, kami sudah berkomitmen dengan jelas. Mohon maaf, kalau nanti terdapat pelanggaran, kami coret langsung,” pungkasnya.

Ketegasan Ganjar soal integritas dalam PPDB didukung oleh orang tua dan calon siswa. Menurut mereka, apabila ada orang tua atau calon siswa yang memalsu data demi bisa sekolah di SMA tertentu, maka harus dicopot.

“Prihatin ya, di zaman sekarang masih ada yang ngakalin (berbuat curang) seperti itu. Ini harus diperhatikan, karena ini sikap dan akan menjadi keteladanan. Kalau masih kecil anaknya diajarin seperti itu, ke depan akan jadi apa,” kata Agus Prasetyo, orang tua siswa asal Plombokan Semarang.

Hal senada disampaikan Ahmad Fadhil, calon siswa di SMAN 3 Semarang. Menurutnya, kalau ada yang memalsu data, maka harus di diskualifikasi.

“Itu kurang baik. Kalau sekarang saja anaknya diajari seperti itu, nanti besar gimana? Kan tambah rusak. Kalau ditemukan ada yang palsu, di diskualifikasi saja,” katanya.

Fadhil yang masuk SMAN 3 Semarang melalui jalur prestasi ini mengingatkan kepada kawan-kawannya untuk selalu jujur. Menurutnya, kejujuran akan menuntun semuanya ke jalan yang benar.

“Kalau bisa jujur saja, sebab kalau jujur, pasti ditunjukkan jalannya oleh Tuhan,” tutur atlet Karate tingkat Popda Kota Semarang ini. (alv)

Tags๐Ÿท๏ธ

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Bagikan

๐Ÿ“Œ Baca Juga:

๐Ÿ“Œ Baca Juga:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

๐Ÿ“ŒKABAR TERBARU

๐Ÿ“ŒKABAR TERBARU

Cegah Korupsi dari Tingkat Bawah, KPK Luncurkan 10 Desa Antikorupsi

– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan peluncuran Desa Antikorupsi tahun 2022 dengan tema โ€˜Berawal dari Desa Kita Wujudkan Indonesia Bebas dari Korupsiโ€™. Kegiatan yang merupakan puncak dari serangkaian tahapan pembentukan percontohan Desa
Antikorupsi yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2022 ini digelar di Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Selasa (29/11/2022).

๐Ÿ“Œ INFOGRAFIS ๐Ÿ“ธ

๐Ÿ“Œ INFOGRAFIS ๐Ÿ“ธ

๐Ÿ“Œ KABAR PERISTIWA

๐Ÿ“Œ KABAR PERISTIWA

๐Ÿ“Œ KABAR OLAH RAGA

๐Ÿ“Œ KABAR OLAH RAGA

๐Ÿ“ŒRASIKA FEATURE

๐Ÿ“ŒRASIKA FEATURE

kabar-pln_image
error: .