KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

13.390 Orang Diduga Keracunan MBG di Jateng, Satgas Kini Bisa Sidak SPPG

13.390 Orang Diduga Keracunan MBG di Jateng, Satgas Kini Bisa Sidak SPPG

13.390 Orang Diduga Keracunan MBG di Jateng, Satgas Kini Bisa Sidak SPPG

Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin, mengungkapkan, korban keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai memimpin rapat koordinasi pelaksanaan MBG di Kantor Pemprov Jateng, Kota Semarang, Selasa (29/9/2026). Foto:/IST

SEMARANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah menghadapi persoalan serius. Dalam setahun terakhir, 13.390 orang dilaporkan terdampak dalam 77 kasus dugaan keracunan.

Data tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen seusai memimpin rapat koordinasi MBG di Kantor Pemprov Jateng, Selasa (29/9/2026).

Taj Yasin yang juga Ketua Satgas Percepatan MBG Jateng mengatakan, pemerintah tidak ingin kasus serupa terus berulang.

“Yang jelas kami enggak ingin ada kejadian luar biasa lagi,” kata Taj Yasin.

Salah satu langkah yang kini diperkuat adalah pengawasan langsung ke dapur SPPG. Satgas MBG kabupaten dan kota diperbolehkan melakukan inspeksi untuk memastikan standar operasional, keamanan pangan, pengolahan hingga distribusi makanan benar-benar dijalankan.

“Satgasnya boleh melakukan inspeksi-inspeksi langsung ke SPPG untuk menertibkan. Itu yang paling utama kuncinya,” ujarnya.

Sebelumnya, fungsi Satgas lebih banyak diarahkan untuk mempercepat pelaksanaan program. Kini, pengawasan menjadi perhatian karena sejumlah persoalan muncul di lapangan.

Beberapa SPPG di Pati dan Blora bahkan telah dihentikan sementara setelah muncul laporan mengenai kondisi yang bermasalah. Namun, keputusan penghentian tetap melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kasus Terus Bermunculan

September 2026 menjadi salah satu periode yang mendapat sorotan. Dugaan keracunan MBG dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, antara lain Blora, Jepara, Rembang, Pati, Batang dan Cilacap.

Di Kabupaten Batang, misalnya, 521 orang terdampak dalam kasus di Kecamatan Bawang. Sebagian harus mendapat perawatan, sementara sampel makanan telah dikirim untuk pemeriksaan laboratorium.

SPPG yang melayani wilayah tersebut kemudian dihentikan sementara oleh BGN untuk menjalani investigasi.

Kasus lain terjadi di SMAN 1 Rembang. Sebanyak 105 siswa dan delapan guru mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG. SPPG Magersari 2 kemudian dihentikan sementara selama 30 hari dan kepala SPPG dicopot.

Jangan Sampai SOP Jadi Saling Lempar

Pemprov Jateng juga meminta pelaksanaan MBG tidak berhenti pada persoalan siapa yang bertanggung jawab ketika terjadi masalah.

Perizinan, kebersihan, kehalalan, kualitas bahan baku, proses memasak hingga ketepatan waktu distribusi harus memiliki standar yang jelas dan dijalankan secara konsisten.

Pengadaan bahan pangan juga diminta melibatkan petani dan UMKM, sementara distribusi harus memperhitungkan jarak dan waktu karena satu SPPG melayani banyak penerima manfaat.

Kini, setelah 13.390 orang tercatat dalam dugaan kasus keracunan, pengawasan terhadap dapur MBG menjadi pekerjaan penting. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan pada sejumlah kasus.

Pertanyaannya sederhana: sudahkah makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar memenuhi standar keamanan pangan?

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]