RASIKAFM.COM | TUNTANG – SPPG Ngreco di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, menjadi salah satu dapur yang dipilih Inspektorat Utama Badan Gizi Nasional (BGN) untuk dievaluasi.
Evaluasi dilakukan Jumat (2/10/2026) sore. Tim Inspektorat BGN datang langsung untuk melihat pelaksanaan operasional dapur dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Ketua Tim Inspektorat Utama BGN, Yanti Monalisa, mengatakan evaluasi dilakukan dengan sekitar 10 poin pertanyaan.
Pemeriksaan di antaranya menyangkut penerimaan bahan baku, kesesuaian jumlah bahan dengan purchase order atau PO, penanganan bahan yang rusak atau tidak sesuai, angka kecukupan gizi hingga food cost.
“Fokus kami antara lain penerimaan bahan baku. Misalnya, apakah bahan yang datang sesuai dengan jumlah dalam purchase order (PO), kemudian bagaimana penanganannya jika ditemukan bahan yang rusak atau tidak sesuai. Selain itu, kami juga mengevaluasi angka kecukupan gizi dan food cost,” ujar Yanti kepada rasikafm.com.
Dari evaluasi tersebut, Yanti menyebut kondisi SPPG Ngreco cukup baik. Begitu juga dengan pertanggungjawaban pengelolanya.
“Alhamdulillah SPPG-nya bagus, pertanggungjawabannya juga bagus,” katanya.
Yanti menjelaskan, SPPG Ngreco dipilih setelah tim meminta dua sampel SPPG di wilayah Semarang. Satu berada di Kabupaten Semarang dan satu lainnya di Kota Semarang.
Menurut informasi kepala KPPG, SPPG Ngreco merupakan salah satu dapur yang dinilai terbaik.
“Dari informasi kepala KPPG, dapur ini menjadi salah satu contoh dapur terbaik, sehingga kami memilih datang ke sini,” ujarnya.
Kepala SPPG Dapur Ngreco, Farhan Jaliunas, menyambut baik evaluasi tersebut.
Menurut Farhan, evaluasi Inspektorat memberikan masukan positif sekaligus menjadi penyemangat bagi pengelola.
“Kami sangat mengapresiasi langkah BGN melalui Inspektorat yang telah memberikan evaluasi kepada kami. Alhamdulillah, mayoritas hasil evaluasi memberikan banyak hal positif, sekaligus menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan kontribusi terbaik dalam menjalankan program prioritas negara ini,” ujar Farhan.
Farhan mengatakan pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan mitra dan yayasan.
“Kami akan senantiasa menjalin hubungan baik dengan mitra dan yayasan untuk menjalankan program ini lebih baik lagi, sesuai arahan pimpinan BGN, terutama dalam memprioritaskan pelayanan terbaik bagi para penerima manfaat,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Kecamatan Tuntang, Mutiara Di Puspasari, mengatakan dirinya turut mendampingi proses evaluasi.
Mutiara menyebut hasil evaluasi berjalan baik dan tidak ditemukan persoalan berarti.
“Hasilnya sangat bagus dan maksimal. Tidak ada temuan-temuan karena dapurnya sudah berjalan sesuai SOP dan arahan dari pimpinan BGN,” ujar Mutiara.
Di Kecamatan Tuntang terdapat enam SPPG. SPPG Semarang Tuntang Kesongo 2 menjadi salah satu SPPG yang dinilai terbaik, dengan jumlah penerima manfaat sekitar 3.000 orang.
Koordinator Wilayah Kabupaten Semarang, Muhammad Romidian Sukma, mengatakan evaluasi Inspektorat BGN berlangsung lancar.
Sejumlah catatan yang diberikan tim, kata Muhammad, bersifat ringan dan bisa langsung ditindaklanjuti.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Temuan yang disampaikan sifatnya tidak berat sehingga bisa langsung kami evaluasi. Ke depan, SPPG ini diharapkan bisa menjadi percontohan bagi SPPG lain di Kabupaten Semarang,” katanya.
Muhammad menambahkan, evaluasi Inspektorat merupakan bagian dari pengawasan dari tingkat pusat. Sebelumnya, monitoring lebih banyak dilakukan melalui koordinator wilayah dan koordinator kecamatan













