KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

233 KDMP di Kabupaten Semarang Resmi Jalan, Kendala Masih di Gerai Usaha

233 KDMP di Kabupaten Semarang Resmi Jalan, Kendala Masih di Gerai Usaha

233 KDMP di Kabupaten Semarang Resmi Jalan, Kendala Masih di Gerai Usaha

Aktivitas jual beli terlihat di KDMP Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, belum lama ini (15/1/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak 233 dari total 235 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tersebar di desa dan kelurahan se-Kabupaten Semarang tercatat sudah resmi beroperasi. Data tersebut disampaikan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang.

Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang, Heru Subroto, menjelaskan ratusan KDMP tersebut telah menjalankan beragam jenis usaha, meski sebagian masih menghadapi kendala sarana fisik berupa lokasi atau gerai usaha.

“Secara administrasi semua KDMP sudah memiliki akun dan bisa menjalankan usaha. Namun kendala utama masih pada ketersediaan tempat atau bangunan usaha,” kata Heru saat dihubungi, Kamis (15/1/2026).

Berdasarkan data Diskumperindag, dari 233 KDMP yang sudah berjalan, mayoritas menjalankan usaha laku pandai dengan jumlah 182 koperasi. Selain itu, terdapat usaha PPOB sebanyak lima koperasi, Samsat Budiman satu koperasi, penjualan sembako 19 koperasi, sub pangkalan LPG 16 koperasi, simpan pinjam satu koperasi, usaha pupuk empat koperasi, serta usaha lain-lain lima koperasi.

Heru menyebut, KDMP yang telah memiliki toko atau menempati bangunan milik desa umumnya sudah berjalan optimal. Sebaliknya, koperasi yang belum memiliki lokasi usaha masih menunda operasional penuh meski secara prinsip sudah siap.

“Yang sudah punya tempat, seperti pangkalan LPG, penjualan sembako kerja sama Bulog, itu rata-rata sudah aktif,” jelasnya.

Ia menambahkan, hampir seluruh KDMP yang sudah berjalan berada di wilayah desa. Sementara untuk kelurahan, hingga kini belum ada KDMP yang beroperasi penuh.

Untuk mendorong percepatan operasional, Diskumperindag telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pelatihan pengelolaan koperasi, penyusunan laporan keuangan, hingga pendampingan penentuan jenis usaha. Diskumperindag juga menggandeng Kodim 0714 Salatiga dalam pembangunan gerai KDMP.

“Awalnya ada 46 gerai yang dibangun, sekarang meningkat menjadi 121 gerai atau tempat usaha,” ungkap Heru.

Selain itu, Diskumperindag juga bersiap mengambil peran lebih besar dalam pendampingan KDMP menyusul dihentikannya agen pendamping dari pemerintah pusat dan provinsi.

“Kami tidak akan melepas begitu saja. Pendampingan tetap dilakukan, termasuk membantu kemitraan dengan BUMN,” tegasnya.

Heru berharap, memasuki awal 2026 semakin banyak KDMP yang memiliki gerai usaha sehingga dapat beroperasi secara maksimal dan menjadi penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

“KDMP yang sudah berjalan dan punya gerai diharapkan bisa menjadi contoh dan penyemangat bagi koperasi lainnya,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Job Fair ke-49 pada 22–23 Oktober 2026 di Balairung UKSW, Salatiga, pukul 09.00–16.00 WIB. Kegiatan gratis dan terbuka untuk umum ini menghadirkan 393 lowongan dari lebih dari 35 perusahaan dan sekolah, serta menyediakan lokakarya karier, konsultasi kesiapan kerja, dan kesempatan mengikuti tes seleksi secara langsung.
393 Loker dari 35 Perusahaan Tersedia dalam Job Fair UKSW ke-49
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Pendidikan menyalurkan insentif kesejahteraan kepada 1.009 guru dan tenaga kependidikan (GTK) Non-ASN dari berbagai jenjang pendidikan, Senin (19/10/2026). Dengan total alokasi anggaran Rp6,642 miliar, bantuan ini menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan pendidik. Wali Kota Robby Hernawan juga mendorong penguatan pendidikan karakter, pencegahan perundungan, serta adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi.
Alhamdulillah! Pemkot Salatiga Berikan Insentif 1.009 Guru Non-ASN
[pekok2]