KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

510 Personel Polres Semarang Amankan Mudik Lebaran, 8 Pos Disiagakan di Jalur Tol dan Arteri

510 Personel Polres Semarang Amankan Mudik Lebaran, 8 Pos Disiagakan di Jalur Tol dan Arteri

510 Personel Polres Semarang Amankan Mudik Lebaran, 8 Pos Disiagakan di Jalur Tol dan Arteri

Personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, BPBD, Linmas dan relawan mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Alun-Alun Bung Karno, Kalirejo, Ungaran Timur, Kamis (12/3/2026) sore. Foto: Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak 510 personel diterjunkan oleh Polres Semarang untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri melalui Operasi Ketupat Candi 2026. Pengamanan difokuskan pada jalur-jalur rawan kepadatan, pusat keramaian, serta objek vital di wilayah Kabupaten Semarang.

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 digelar di Lapangan Alun-alun Bung Karno Ungaran, Kamis (12/3/2026) sore. Apel diikuti personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah serta instansi terkait yang akan terlibat dalam pengamanan arus mudik hingga perayaan Idul Fitri di wilayah Kabupaten Semarang.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menjelaskan, Operasi Ketupat Candi 2026 berlangsung selama 13 hari mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Operasi ini merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas maupun masyarakat yang merayakan Idul Fitri di Kabupaten Semarang.

“Sebanyak 510 personel Polres Semarang diterjunkan dalam operasi kali ini dan didukung unsur TNI serta Pemerintah Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, Polres Semarang menyiagakan delapan pos pengamanan di sejumlah titik strategis. Lima pos pengamanan ditempatkan di rest area ruas Tol Semarang–Solo yang berada di wilayah Kabupaten Semarang. Selain itu satu pos terpadu berada di kawasan Ngampin, serta dua pos pengamanan lainnya berada di kawasan wisata Bandungan dan Getasan.

“Pengamanan juga difokuskan pada jalur utama arus mudik, jalur arteri, pusat keramaian masyarakat, tempat ibadah serta objek vital lainnya guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri,” ungkapnya

Pihaknya juga memprediksi adanya dua gelombang peningkatan arus kendaraan selama periode mudik. Gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026, sedangkan gelombang kedua diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah dalam penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) di ruas tol sesuai kondisi di lapangan. Selain itu tim urai kemacetan atau tim pengurai kepadatan (tibcar) juga disiagakan di jalur arteri.

“Bagi masyarakat yang melintas di Kabupaten Semarang kami juga menyiapkan berbagai layanan hospitality di pos-pos pengamanan. Jika ada kendala di perjalanan masyarakat dapat menghubungi layanan 110 maupun chatbot Polres Semarang agar kami dapat memberikan respons cepat,” jelasnya.

Usai apel, dilaksanakan pemusnahan ribuan botol minuman keras hasil Operasi Pekat Candi 2026 yang digelar sebelumnya. Sebanyak 2.414 botol miras berbagai merek serta 330 liter minuman tradisional jenis tuak.

“Peredaran miras kerap menjadi salah satu pemicu gangguan keamanan maupun tindak kriminalitas sehingga perlu ditekan untuk menjaga situasi tetap kondusif, khususnya menjelang perayaan Idul Fitri,” sambungnya.

Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Polres Semarang dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Semarang mengucapkan terima kasih dan mendukung penuh langkah Polres Semarang. Kegiatan ini menjadi komitmen bersama untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan miras yang dapat memicu konflik sosial di tengah masyarakat,” paparnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
[pekok2]