KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Inovasi Warga Secang Magelang, Sampah Jadi Rezeki dan Solusi Stunting

Inovasi Warga Secang Magelang, Sampah Jadi Rezeki dan Solusi Stunting

Inovasi Warga Secang Magelang, Sampah Jadi Rezeki dan Solusi Stunting

MAGELANG – Sampah dapur biasanya identik dengan bau tak sedap dan menumpuk di tempat pembuangan. Namun, warga Desa Sumber Agung IV RT 28 RW 10, Kelurahan Secang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, justru menyulap limbah rumah tangga itu menjadi sumber berkah.

Lewat program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Sebelas Maret (UNS), masyarakat berhasil mempraktikkan konsep ekonomi hijau dengan membudidayakan maggot dari sampah organik. Hasil maggot itu kemudian dijadikan pakan alternatif untuk ikan lele dan ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan).

Tak hanya maggot, warga juga mendapat dukungan dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Secang berupa 40 ekor ayam KUB. Sementara itu, air kolam lele dimanfaatkan kembali untuk menyuburkan tanaman sehingga tercipta sistem pertanian terpadu yang ramah lingkungan.

Ketua PKK RT 28, Riska Nurrina Siti Khotijah, menuturkan metode ini memberi manfaat ganda bagi warga.

“Biasanya sampah dapur hanya dibuang begitu saja. Sekarang bisa diproses untuk budidaya maggot, dan hasilnya dipakai sebagai pakan lele maupun ayam KUB. Air kolam lele pun bisa menyuburkan tanaman. Dari sini kami memperoleh sumber protein untuk keluarga, mendukung pencegahan stunting, sekaligus mendapat tambahan penghasilan dari penjualan lele dan ayam,” ujarnya.

Keberhasilan ini juga didukung oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si., yang melihat program ini sebagai langkah konkret menuju kemandirian pangan. Inisiatif ini membuktikan bahwa, dengan langkah sederhana namun berdampak besar, warga desa dapat menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. (Ben)

Kabar Terkini

POPULER

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Warung Murah Berkah di Jalan Nakula Sadewa, Salatiga, menyajikan mangut kepala manyung dan sekitar 20 menu masakan Jawa setiap hari. Warung milik Hariyani ini buka pukul 06.30–14.00 WIB dengan harga terjangkau, mulai Rp5.000, termasuk kepala manyung Rp25.000–Rp40.000, serta ramesan sekitar Rp10.000.
Kepala Manyung Warung Murah Berkah, Solusi Cerdas Dikala Lapar, Harga Bersahabat
[pekok2]