KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pelantikan Sekda Kabupaten Semarang Penuh Kejutan, Tiga Besar Calon Diundang Tanpa Tahu Hasil Akhir

Pelantikan Sekda Kabupaten Semarang Penuh Kejutan, Tiga Besar Calon Diundang Tanpa Tahu Hasil Akhir

Pelantikan Sekda Kabupaten Semarang Penuh Kejutan, Tiga Besar Calon Diundang Tanpa Tahu Hasil Akhir

Valeanto Soekendro, Sekda Kabupaten Semarang terpilih diambil sumpah jabatan saat menjalani pelantikan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Jumat (2/1/2026). Foto: Diskominfo Kab. Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Proses pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang berlangsung panjang dan ketat hingga berujung pada pelantikan yang penuh kejutan. Tiga besar calon Sekda yang mengikuti seluruh tahapan seleksi diundang menghadiri pelantikan tanpa mengetahui siapa yang akhirnya ditetapkan sebagai Sekda definitif.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Semarang, Wenny Maya Kartika, menjelaskan seluruh proses seleksi Sekda telah dijalankan sesuai ketentuan dan dimulai dari pengajuan rekomendasi Bupati Semarang kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui sistem e-mutasi.

“Prosesnya memang cukup panjang. Dimulai dari rencana pelaksanaan pengisian jabatan Sekda oleh Bupati, termasuk pengajuan permohonan rekomendasi ke BKN yang memuat tahapan serta susunan panitia seleksi (pansel),” ujar Wenny saat dikonfirmasi di Ungaran, Jumat (2/1/2026).

Setelah rekomendasi BKN terbit, tahapan dilanjutkan dengan pembentukan pansel yang terdiri dari minimal lima orang. Unsurnya berasal dari pemerintah provinsi, akademisi, dan pakar. Akademisi yang terlibat antara lain Rektor UKSW, Rektor UNW, Wakil Rektor UIN Salatiga, serta pakar dari Undaris, ditambah unsur dari BKPSDM.

“Tahapan seleksi diawali dengan asesmen kompetensi manajerial dan sosiokultural yang bekerja sama dengan Assessment Center Biro Binkar SDM Mabes Polri dan dilaksanakan di Polda Jawa Tengah selama dua hari,” lanjutnya.

Seleksi kemudian dilanjutkan dengan tes gagasan tertulis berbasis teknologi informasi yang digelar di laboratorium Diskominfo Kabupaten Semarang. Peserta diwajibkan mengerjakan soal selama 2,5 jam menggunakan komputer yang telah disterilkan dari jaringan internet dan tanpa membawa perlengkapan apapun.

“Peserta juga harus langsung menyusun paparan PowerPoint. Semua harus benar-benar mandiri dan familiar dengan IT,” jelasnya.

Setelah itu, pansel melakukan wawancara mendalam untuk menguji kompetensi teknis. Gagasan tertulis yang sebelumnya disusun kembali diuji oleh pansel untuk melihat sejauh mana inovasi dan konsep calon Sekda ke depan.

“Harapannya Sekda yang terpilih bukan sekadar menjalankan rutinitas, tetapi punya inovasi dan konsep pembangunan,” kata Wenny.

Seluruh hasil seleksi, mulai dari rekam jejak, asesmen Mabes Polri, hingga wawancara, kemudian digabungkan dalam rapat hasil akhir pansel. Tiga nama dengan nilai tertinggi dilaporkan kepada Bupati Semarang dan selanjutnya diajukan kembali ke BKN. Meski rekomendasi juga dimintakan kepada Gubernur Jawa Tengah, tetap muncul tiga besar yang sama.

“Keputusan terakhir tetap ada di Bupati,” tegas Wenny.

Tiga nama yang muncul itu adalah Kepala Bapperida M. Muslih, Kepala Dispendukcapil Tajudin Noor dan Kepala DPU Valeanto Soekendro. Yang menarik, saat pelantikan digelar, ketiga calon Sekda sama-sama diundang tanpa diberi tahu hasil akhir seleksi.

“Pelantikannya memang surprise. Kami tidak membuat undangan khusus hanya untuk pejabat yang dilantik, tapi ketiganya kami undang untuk menyaksikan. Mereka juga tidak ada yang bertanya kenapa diundang,” ungkapnya.

Nama Valeanto Soekendro akhirnya keluar sebagai Sekda terpilih. Ia langsung menjalankan tugas tanpa masa jeda. Wenny juga mengungkapkan ke depan masih terdapat sejumlah jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang kosong, seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perhubungan, serta Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga.

“Untuk beberapa OPD tertentu akan diisi oleh pejabat senior, bukan melalui promosi,” pungkasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]