KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

895 Jemaah Haji Kabupaten Semarang Berangkat Bertahap, Terbagi dalam 6 Kloter

895 Jemaah Haji Kabupaten Semarang Berangkat Bertahap, Terbagi dalam 6 Kloter

895 Jemaah Haji Kabupaten Semarang Berangkat Bertahap, Terbagi dalam 6 Kloter

Salah satu jemaah calon haji tampak terharu saat acara pemberangkatan menuju asrama haji Donohudan Boyolali di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Senin (27/4/2026) sore. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemberangkatan jemaah calon haji asal Kabupaten Semarang tahun 2026 dilakukan secara bertahap melalui enam kelompok terbang (kloter). Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Semarang, Rozikin, menyebut total 895 jemaah diberangkatkan dalam enam kloter.

“Kloter 13 sebanyak 3 jemaah, 21 sebanyak 181 jemaah, 22 ada 352 jemaah, kloter 23 sebanyak 354 jemaah, kloter 24 ada 2 jemaah, dan kloter 34 ada 3 jemaah,” ungkapnya saat dikonfirmasi di Ungaran, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, seluruh jemaah berangkat dari titik awal di kecamatan masing-masing sebelum menuju titik kumpul akhir. Untuk wilayah tertentu, titik temu berada di Klero dan Mal Pelayanan Publik (MPP) Tuntang.

“Kita semuanya titik awal di kecamatan masing-masing, kemudian berkumpul di titik akhir penjemputan. Untuk wilayah Ungaran Barat dan Timur, pemberangkatan dipusatkan di Pendopo,” jelasnya.

Rozikin menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan. Pasalnya, Pemerintah Arab Saudi kini sangat memperketat aspek kesehatan jemaah haji.

“Pesan kami yang jelas, jemaah harus benar-benar menjaga kesehatan. Karena sekarang Arab Saudi sangat mementingkan kesehatan, sehingga saat pemeriksaan akhir mereka bisa dinyatakan layak berangkat,” katanya.

Ia menambahkan, secara umum kondisi jemaah dalam keadaan baik berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan. Namun, kelelahan akibat rangkaian kegiatan menjelang keberangkatan, seperti walimatussafar, menjadi perhatian.

“Insyaallah semuanya aman. Hanya saja ada yang mungkin kelelahan karena kegiatan menjelang keberangkatan. Harapannya saat sampai di Asrama Haji Donohudan, semua tetap dalam kondisi sehat dan tidak ada yang dipulangkan,” ungkapnya.

Untuk mendukung kelancaran perjalanan, setiap kecamatan mengirimkan tim pendamping kesehatan. Setiap tim terdiri dari dua orang tenaga medis dan satu unit ambulans.

“Selain itu, terdapat lima Petugas Haji Daerah (PHD) yang dibiayai pemerintah daerah serta enam petugas dari APBN,” sambungnya.

Sementara itu, salah satu jemaah asal Bandarjo, Ungaran Barat, Hani Suryani, mengaku telah menunggu selama 14 tahun sejak mendaftar pada 2012.

“Saya menabung, salah satunya lewat cicilan emas. Alhamdulillah saat dijual hasilnya membantu untuk pelunasan,” tuturnya.

Ia juga menyiapkan diri secara matang, baik dari sisi ilmu, biaya, mental, maupun fisik.

“Yang jelas persiapan itu ilmu, biaya, menata hati, dan fisik. Karena ibadah haji ini sebagian besar mengandalkan kekuatan fisik,” katanya.

Hani yang kini tergabung dalam KBIH Istiqomah berharap dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.

“Insyaallah diberi kelancaran dan kesehatan selama di Tanah Suci,” harapnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]