KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Revitalisasi Kawasan Kota Lama, Kampung Melayu Semarang Segera Dipoles

Revitalisasi Kawasan Kota Lama, Kampung Melayu Semarang Segera Dipoles

Revitalisasi Kawasan Kota Lama, Kampung Melayu Semarang Segera Dipoles

Kota Lama Semarang. Foto/IST

RASIKAFM – Pemerintah Kota Semarang berencana menjadikan kawasan Semarang Lama yang terdiri dari Kota Lama, Melayu, Pecinan, dan Kauman menjadi jujukan wisata. Untuk revitalisasi kawasan Kota Lama sendiri telah rampung. Pemkot akan mulai merambah ke kawasan Melayu yaitu wilayah Bandarharjo, Dadap, Layur, dan sekitarnya untuk dilakukan penataan.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, kawasan Melayu akan dilakukan penataan mulai Maret mendatang. Kampung Melayu akan dibenahi melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementrian PUPR. Pembenahan yang akan dilakukan di kawasan Melayu meliputi perbaikan sarana dan prasarana jalan, saluran, dan tiang-tiang.

Pihkanya juga tengah mengupayakan agar Kampung Melayu ke depan bisa direvitalisasi seperti Kota Lama. Ita menyebutkan, 30 persen kawasan kumuh di Semarang berada di wilayah Semarang Utara, termasuk Kampung Melayu. Dengan program Kotaku, diharapkan kawasan kumuh di Kota Semarang akan semakin berkurang.

Saat ini, Dinas Penataan Ruang dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang sedang menyusun master plan. Setelah master plan jadi, pihaknya akan mengusulkan kepada Kementrian PUPR agar dapat dilakukan revitalisasi. Tak hanya itu, Pemkot juga sedang menyusun rencana tata bangunan dan lingkungan kawasan Pecinan.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]