RASIKAFM.COM | UNGARAN – Ada pemandangan menarik saat Apel Besar Pengukuhan DPD-DPC Aslinmas dan DPC Abpedmas Kota se-Jawa Tengah, di Stadion Pandanaran Wujil, Bergas, Rabu (30/9/2026). Gubernur Jawa Barat ‘Bapak Aing’ Kang Dedi Mulyadi (KDM) beserta Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda turut hadir.
Tak ayal, kehadiran dua kepala daerah yang tengah naik daun itu membuat para peserta apel riuh dan berebut ingin bersalaman dan mengajak foto bersama. Tak hanya itu, pelawak senior Komeng yang juga memeriahkan acara membuat suasana menjadi lebih hidup dengan celetukan-celetukan khasnya.
Ditemui usai acara, KDM mendorong, peningkatan kesejahteraan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) melalui perluasan kesempatan kerja. Salah satunya dengan melibatkan anggota Linmas sebagai tenaga keamanan atau sekuriti di perusahaan yang berada di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Pertama memang saya sejak Wakil Bupati Purwakarta itu sangat dekat dengan Linmas. Saya waktu itu merintis agar kesejahteraan Linmas itu meningkat,” kata Dedi.
Menurutnya, saat dirinya menjadi Wakil Bupati Purwakarta, anggota Linmas awalnya tidak mendapatkan honor. Kemudian honor tersebut ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai Rp500 ribu ketika dirinya mengakhiri masa jabatan sebagai bupati. Dedi juga pernah membuat program Linmas K3 yang menempatkan anggota Linmas sebagai petugas kebersihan dengan penghasilan sekitar Rp1,5 juta pada saat itu.
“Ketika jadi Gubernur Jawa Barat hari ini, saya pun banyak mengangkat tenaga Linmas menjadi tenaga kebersihan jalan provinsi sekarang. Upahnya sekitar Rp4,2 juta kalau sekarang,” ujarnya.
Dedi menilai anggota Linmas perlu memiliki pekerjaan tambahan agar tidak hanya mengandalkan insentif sebagai Linmas.
“Linmas itu kan harus dobel. Kalau dia mengandalkan Linmas saja kan enggak ada penghasilannya,” katanya.
Karena itu, ia mendorong agar anggota Linmas dapat direkrut menjadi tenaga kebersihan maupun tenaga keamanan lingkungan. Khusus sektor industri, Dedi berharap perusahaan dapat memprioritaskan anggota Linmas di lingkungan sekitar untuk menjadi tenaga sekuriti.
“Saya harapkan pada industri di Jawa Barat, kalau mengangkat sekuriti juga mengangkat dari anggota Linmas di lingkungan kampung itu,” katanya.
Menurut Dedi, selama ini perekrutan tenaga sekuriti banyak dilakukan melalui yayasan. Ke depan, anggota Linmas di lingkungan perusahaan dapat direkrut dan diberikan pelatihan terlebih dahulu.
“Tenaga Linmas yang ada di lingkungan diangkat saja jadi sekuriti perusahaan dan dilatih dulu. Itu harapan saya,” ujarnya.
Dedi mengatakan, langkah tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan anggota Linmas sekaligus membuka kesempatan kerja bagi mereka.
Ketua Dewan Pengawas Aslinmas Indonesia Reda Manthovani mengatakan, apel akbar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan soliditas anggota Linmas. Menurutnya, kegiatan tersebut diikuti lebih dari 7.000 anggota Linmas.
“Kita apel bersama untuk mengikat persatuan dan kesolidan daripada Linmas ini,” kata Reda.
Ia menjelaskan, Aslinmas dibentuk salah satunya untuk mendorong adanya kesetaraan perhatian dan kesejahteraan anggota Linmas di berbagai daerah.
“Misalnya contoh di satu kabupaten ini punya insentif Rp1 juta. Di daerah yang lain mengikuti. Itu tujuan kami agar ada kesetaraan,” ujarnya.
Reda juga berharap pemerintah pusat turut memberikan perhatian terhadap kesejahteraan anggota Linmas.
“Karena selama ini memang kurang perhatiannya, bahkan mungkin ada daerah-daerah yang tidak diperhatikan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan Kabupaten Semarang dipercaya menjadi lokasi apel akbar Aslinmas se-Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Ketua DPD Aslinmas Jawa Tengah serta ketua DPC Aslinmas di sejumlah daerah. Ngesti menyebut pendataan Satlinmas di Kabupaten Semarang dan Jawa Tengah menjadi yang terbaik secara nasional.
“Data kita juara satu se-Indonesia. Dan yang luar biasa Jawa Tengah juga juara satu se-Indonesia dalam rangka pendataan Aslinmas,” katanya.
Terkait kesejahteraan, Ngesti mengatakan Pemerintah Kabupaten Semarang telah memberikan insentif kepada seluruh anggota Satlinmas selama lima tahun terakhir.
“Saat ini baru Rp500.000 satu tahun karena kemampuan keuangan kita. Dan yang kedua juga kami berikan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Pembiayaan insentif dan BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota Satlinmas tersebut, lanjut Ngesti, bersumber dari APBD Kabupaten Semarang. Ia mencontohkan manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ketika terdapat anggota Satlinmas yang meninggal dunia. Ahli waris mendapatkan santunan kematian sebesar Rp42 juta. (win)










