KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Rombongan Bus dari Semarang Menuju ke Magetan Terperosok ke Jurang, 7 Orang Dikabarkan Meninggal

Rombongan Bus dari Semarang Menuju ke Magetan Terperosok ke Jurang, 7 Orang Dikabarkan Meninggal

Rombongan Bus dari Semarang Menuju ke Magetan Terperosok ke Jurang, 7 Orang Dikabarkan Meninggal

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Rombongan bus dari Manyaran Kota Semarang yang menuju Magetan terperosok ke jurang Lawu di wilayah Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022).

Tujuh orang dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat peristiwa itu. Lima korban masing-masing merupakan warga dari RT 5 RW 2, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat. Sedangkan satu korban merupakan warga dari RW 1, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait: ” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Infonya ada tujuh korban yang meninggal dunia. Yang dari RT 5, Sutardjo dan Fitri itu sumi istri. Kabul dan Sumiyati juga suami istri lalu Sukini. Kemudian Wahid dari RW 1 dan satu orang yang meninggal itu saya kurang tahu,” ujar Bukhori, keluarga korban dari Wahid dan Sutardjo.

Dirinya menjelaskan, kejadian berawal ketika bus pariwisata milik PO Semeru Putra Transindo bernomor polisi H-1470-AG menjemput warga RT 5. Setelah semuanya siap, pada pukul 06.30 WIB, rombongan bus tersebut berangkat menuju ke Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan Jawa Timur.

“Tadi rencana ke Telaga Sarangan gitu. Informasinya acara piknik RT nyewa dua bus satu bus 50 jadi 100an kira-kira penumpangnya tapi persisnya kurang tahu total penumpangnya,” katanya.

Namun, ketika tiba di lokasi kejadian, salah satu bus itu mengalami kecelakaan lalu lintas. Namun Bukhori mengaku belum mengetahui penyebab bus tersebut bisa terperosok ke Jurang.

“Tadi jam 11.00 WIB, kira-kira ada kabar kalau busnya kecelakaan terus infonya kecelakaan apa nabrak atau gimana ternyata merosok ke jurang. Pak RT pak RW ikut semua pengurus RT ikut semua infonya pak RT pak RW selamat alhamdulillah,” jelasnya.

Informasi yang diperoleh, enam unit mobil ambulance dari Pemerintah Kota Semarang berangkat ke lokasi kejadian untuk menjemput korban yang meninggal dunia.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Kepala Desa petahana Nyatnyono, Parsunto, mengembalikan formulir pencalonan Pilkades pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10/2026). Ia kembali maju untuk melanjutkan pembangunan desa dan pengembangan wisata religi yang dinilai belum maksimal. Panitia mencatat delapan orang mengambil formulir, sedangkan tiga bakal calon telah mengembalikannya hingga Kamis pagi.
Parsunto Pilih Hari Terakhir Kembalikan Formulir Pendaftaran Kades Nyatnyono, Berangkat Jalan Kaki Usai Minta Restu Sesepuh
[pekok2]