KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kecelakaan di Salib Putih, Sejumlah Warga Justru Menonton Saat Evakuasi, “Lho Gak Bahaya Ta?”

Kecelakaan di Salib Putih, Sejumlah Warga Justru Menonton Saat Evakuasi, “Lho Gak Bahaya Ta?”

Kecelakaan di Salib Putih, Sejumlah Warga Justru Menonton Saat Evakuasi, “Lho Gak Bahaya Ta?”

Terjadi kecelakaan yang diduga disebabkan oleh rem blong di perempatan Kumpulrejo (27/11) . Truk pengangkut Sosis asal jogya tujuan Demak terguling dan menabrak sepeda motor sebelum berhenti. Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Salatiga, kecelakaan terjadi karena Truck Hino No.Pol : B-9722-CXS mengalami kegagalan fungsi rem saat melaju dari arah Kopeng.
Foto dok IST
Kecelakaan lalu lintas di Salib Putih JLS beberapa waktu lalu

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dalam satu minggu ini Musibah kecelakaan yang diduga akibat gagal fungsi rem (rem blong – red) kembali terjadi di perempatan Kumpulrejo (Salib Putih). Kali ini truk boks pengangkut Sosis asal jogya tujuan Demak terguling dan menabrak sepeda motor sebelum terhenti.

Kepada rasikafm.com, Kanit Gakkum Satlantas Polres Salatiga, Ipda Loeky Kristanto, saat diwawancara wartawan di tkp mengatakan, kecelakaan bermula saat Truck Hino No.Pol : B-9722-CXS yang dikemudikan Anom Wahyu Purwoko warga Pojok Rt.04 Rw.07 Kelurahan Sindu Adi Kecamatan Mlati Sleman mengalami gagal fungsi rem.

“Truck melaju dari arah Kopeng, 400 meter sebelum perempatan Salip Putih alami gagal rem, truck lalu menabrak pembatas jalan dan sepeda motor Honda Vario H-6718-TI yang dikendarai Pariyadi warga Lopait Tuntang” ujar Loeky.

Akibat laka, korban Pengendara Vario mengalami Luka pada Tangan kiri dan kaki kanan patah hingga dilarikan ke RSUD Kota Salatiga. Sedangkan Anom, Pengemudi Kbm Truck Hino juga mengalami nasip sama dengan luka pada kaki kanan, keduanya kini masih dirawat di Rsud Kota Salatiga.

Terpisah, Elan Suyono warga Getasan, seorang sopir boks menduga laka terjadi karena diduga sopir tidak memahami medan saat jalur turunan, “mereka kurang begitu paham area, hanya mengandalkan rem, padahal kemampuan rem juga terbatas, saya juga usul agar pihak terkait bisa membanggunkan fly over karena sudah sering terjadi laka dengan penyebab yang sama” ujar Elan yang juga kontributor aktif Radio Rasika USA ini.

Pantauan Rasika FM, pada pukul 07.55 atau 10 menit pasca kejadian, Sejumah warga berdatangan untuk menonton dari dekat truck yang alami laka, tidak sedikit dari mereka yang justru live di IG maupun Facebook dan membuat story WA di hp.

Namun tidak sedikit yang ikut membantu mengatur arus lalu dan membantu kepolisian saat evakuasi.

“Itulah keunikan warga +62 jika ada kejadian selalu melihat dari dekat, sambil up load dimedsos” celetuk pengendara mobil Agya merah ke arah Solo.

  • Kanit Gakkum Satlantas Polres Salatiga, Ipda Loeky Kristanto, saat diwawancara rasika
  • Proses evakuasi truck yang alami laka di salip putih vidio by @galang_prms

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]