KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana

Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana

Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana

Ayah Mozza, Singgih Datya Gunarsa ditemani putri sulungnya, Jasmine Orlin Gunarsa mengunjungi makam Mozza di TPU Sepringgitan, Dusun/Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (7/9/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Tangis dan penantian panjang keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, akhirnya menemukan titik terang. Setelah hampir setahun dilaporkan hilang, jasad Mozza ditemukan dan identitasnya diyakini keluarga berdasarkan sejumlah ciri serta barang milik korban.

Ayah Mozza, Singgih Datya Gunarsa, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pencarian putrinya, terutama jajaran kepolisian serta seluruh masyarakat yang turut menyebarkan informasi mengenai hilangnya Mozza.

“Harapan kami untuk pelaku tetap dihukum seberat-beratnya. Kami mengikuti aturan yang ada di Indonesia, tetapi mohon juga dibantu jangan sampai ada permainan di belakang untuk meringankan pelaku,” ujar Singgih saat ditemui di rumahnya, Senin (7/9/2026).

Singgih juga menilai motif pembunuhan yang disampaikan kepolisian masih perlu dikaji lebih dalam. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga mengenai rangkaian kejadian, terdapat dugaan bahwa pembunuhan terhadap putrinya telah dipersiapkan sebelumnya.

“Kalau dari pihak keluarga mengira itu memang motifnya ingin menguasai motor putri kami. Dari runtutan yang kami lihat, dari awal datang ke kos sampai melakukan pembunuhan, membungkus jasad, membuangnya sampai motornya dijual, sepertinya berurutan dan sudah seperti direncanakan,” katanya.

Ia menilai pelaku seolah telah mengetahui langkah yang akan dilakukan, termasuk lokasi pembuangan jasad dan tempat menjual sepeda motor milik korban.

“Dalam waktu setengah hari dia sudah bisa seperti itu. Termasuk membuang beberapa bukti-bukti lain seperti handphone dan kartu identitas putri kami,” imbuhnya.

Keluarga semakin meyakini jasad yang ditemukan merupakan Mozza setelah diperlihatkan sejumlah barang yang dikenali sebagai milik korban. Di antaranya pakaian yang dikenakan saat Mozza terakhir berpamitan pergi serta jepit rambut yang masih menempel pada jasad.

“Dari jepit rambut, pakaian, rambut ikalnya, kemudian ditanyakan gigi yang ditambal juga benar. Tetapi untuk DNA masih menunggu satu sampai dua bulan dari Jakarta,” jelas Singgih.

Sebelumnya, keluarga juga telah berupaya memberikan informasi kepada polisi terkait seseorang bernama Feri yang mereka curigai sejak beberapa bulan setelah Mozza dilaporkan hilang. Singgih mengaku pertama kali menemukan nama tersebut melalui media sosial.

“Saya dari Desember sudah mengenali namanya Feri. Di akunnya namanya Feri Agra. Dari awal Desember itu saya yakin dan berupaya mencari orang tersebut serta memberikan laporan informasi kepada kepolisian,” ungkapnya.

Keyakinan keluarga semakin menguat setelah tersangka yang diamankan polisi mengarah kepada sosok yang selama ini mereka cari. Selain itu, tersangka disebut menunjukkan lokasi pembuangan jasad Mozza. Polisi juga menemukan sepeda motor milik korban. Menurut Singgih, pelat nomor kendaraan tersebut masih berada di dalam bagasi sepeda motor yang ditemukan di Blora.

“Temuan ini semakin menguatkan kami kalau jasad itu adalah Mozza,” katanya.

Kini keluarga hanya berharap proses hukum terhadap tersangka berjalan secara transparan dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.

“Kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai aturan yang ada,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
[pekok2]