KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora

Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora

Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora

Petugas mengevakuasi kerangka manusia yang ditemukan di lereng jalan Tol kawasan Jangli, Kota Semarang, Jumat (4/9/2026). Foto: IST/ tangkapan layar video warga

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Misteri hilangnya Mozza Axillia Gunarsa (18) mulai menemui titik terang setelah polisi menemukan kerangka manusia yang diduga berkaitan dengan korban.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari penelusuran perangkat elektronik milik orang tua korban yang masih terhubung dengan akun media sosial yang diduga berkaitan dengan orang yang dilaporkan hilang.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan, penyelidikan kasus orang hilang itu telah berlangsung kurang lebih satu tahun. Dalam perkembangannya, polisi memperoleh petunjuk dari perangkat elektronik milik orang tua korban.

“Dari petunjuk tersebut, penyidik kemudian menelusuri sebuah rumah kos di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang. Polisi juga mendalami orang-orang yang pernah berinteraksi dengan penghuni kamar kos tersebut,” terang Bodia usai dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (5/9/2026).

Penyelidikan selanjutnya mengarah ke Kabupaten Blora. Polisi memperoleh informasi mengenai seseorang yang diduga memiliki hubungan dengan korban berada di wilayah tersebut. Tim Satreskrim Polres Semarang kemudian melakukan penyelidikan selama dua hari, yakni pada 2 dan 3 September 2026. Dari penyelidikan itu, polisi mengamankan seorang pria berinisial MCDA (22).

“Terduga pelaku yang disebut sebagai teman dekat Mozza mengakui pernah berinteraksi dengan korban. Ia juga mengaku terlibat dalam dugaan tindak pidana terhadap Mozza,” lanjutnya.

Berdasarkan keterangan awal MCDA, korban dan terduga pelaku sempat terlibat cekcok di rumah kos di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang. Setelah cekcok tersebut, korban diduga dicekik. Selanjutnya, korban disebut dimasukkan ke dalam karung dan dibawa menuju kawasan Tol Jangli.

“Terduga pelaku kemudian membuang jasad korban ke lereng jalan Tol Jangli menggunakan sepeda motor melalui jalan kampung yang tembus ke Tol,” ungkapnya.

Polisi masih mendalami seluruh keterangan MCDA. Status keterlibatannya juga masih dalam proses penyidikan dan polisi menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab serta mekanisme kematian korban. Penanganan perkara selanjutnya juga masih dikoordinasikan dengan jajaran kepolisian di Kota Semarang. Pasalnya, berdasarkan keterangan awal, lokasi dugaan tindak pidana berada di wilayah Kota Semarang.

“Karena berdasarkan keterangan, lokus absolutnya di Kota Semarang, kami koordinasi dengan Satres PPA Polrestabes Semarang,” terangnya.

Polisi masih menunggu hasil gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan pelimpahan penanganan perkara kepada Polrestabes Semarang. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Kepala Desa petahana Nyatnyono, Parsunto, mengembalikan formulir pencalonan Pilkades pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10/2026). Ia kembali maju untuk melanjutkan pembangunan desa dan pengembangan wisata religi yang dinilai belum maksimal. Panitia mencatat delapan orang mengambil formulir, sedangkan tiga bakal calon telah mengembalikannya hingga Kamis pagi.
Parsunto Pilih Hari Terakhir Kembalikan Formulir Pendaftaran Kades Nyatnyono, Berangkat Jalan Kaki Usai Minta Restu Sesepuh
[pekok2]