Jawa Tengah menghadapi ancaman serius kebakaran hutan dan lahan. Sebanyak 868 hektare lahan dan hutan terbakar dalam 419 kejadian karhutla sepanjang 5 Juni hingga 20 September 2026.
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyebut kerugian sementara mencapai sekitar Rp3 miliar. Karhutla terjadi di 34 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Kabupaten Klaten menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 54 kasus, disusul Sragen 47, Boyolali 28, Sukoharjo 26, Banyumas 22, serta Kabupaten Semarang dan Wonogiri masing-masing 21 kejadian.
Menurut Bergas, sebagian besar kebakaran diduga dipicu human error, termasuk pembakaran lahan pertanian, semak belukar hingga sampah.
Ia mengingatkan masyarakat tidak membakar lahan atau sampah sembarangan di tengah musim kemarau.
“Apa pun alasannya, seyogianya tidak dibakar,” tegas Bergas.
Selain merusak lahan, pembakaran juga menghasilkan polusi dan memperparah efek rumah kaca serta pemanasan global.
Dalam periode yang sama, BPBD Jateng juga mencatat 377 kebakaran gedung dan permukiman. Jika digabung, terdapat 769 kejadian kebakaran, dengan 8 orang meninggal dunia dan 34 lainnya luka atau sakit.









