[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer

Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.

Balai Taman Nasional Gunung Merbabu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Merbabu selama puncak musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan melalui patroli rutin, pembentukan posko siaga 24 jam mulai Agustus 2026, edukasi kepada masyarakat, pengetatan aturan pendakian, serta penyiapan lima unit pompa air untuk mendukung pemadaman di medan sulit.

Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.

BPBD Semarang Mulai Salurkan Bantuan Air Bersih, Dua Desa Jadi Prioritas

BPBD Kabupaten Semarang menyalurkan tandon dan 3.000 liter air bersih ke Desa Bantal dan Plumutan, Bancak, untuk menghadapi musim kemarau 2026.

BPBD Kabupaten Semarang menempatkan dua tandon air dan menyalurkan 3.000 liter air bersih kepada warga Desa Bantal dan Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, Kamis (2/7/2026), untuk mengantisipasi krisis air selama musim kemarau. Bantuan awal tersebut disiapkan agar distribusi air lebih cepat, dengan total cadangan 750 ribu liter air bersih yang akan disalurkan ke wilayah rawan kekeringan di Kabupaten Semarang.

Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang, Kabupaten Semarang Dikepung Sejumlah Bencana Hidrometeorologi

Hujan lebat disertai angin kencang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Semarang, seperti Ungaran Barat, Ungaran Timur, Bergas, Bandungan, dan Ambarawa, pada Selasa (21/1/2025) sejak sore hari, mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa lokasi. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, mengimbau warga di wilayah rawan, terutama di dekat aliran sungai dan tebing tinggi, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi alam sekitar.

Kabupaten Semarang Ditetapkan Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla, Ini Upaya BPBD Kabupaten Semarang

Kabupaten Semarang resmi ditetapkan dalam status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) untuk musim kemarau ini, sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Semarang Nomor 360/0309/2024 yang berlaku mulai 31 Juli hingga 31 Oktober 2024. Dalam rangka antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang telah menyiapkan lima posko siaga dan alokasi 250 tangki air bersih, mengingat pengalaman tahun lalu yang menyalurkan 223 tangki air.

Kabupaten Semarang resmi ditetapkan dalam status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) untuk musim kemarau ini, sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Semarang Nomor 360/0309/2024 yang berlaku mulai 31 Juli hingga 31 Oktober 2024. Dalam rangka antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang telah menyiapkan lima posko siaga dan alokasi 250 tangki air bersih, mengingat pengalaman tahun lalu yang menyalurkan 223 tangki air.

Musim Kemarau, Wilayah di Salatiga Mulai Alami Kekeringan, Mana Saja?

Musim kemarau yang melanda Kota Salatiga, Jawa Tengah, telah menyebabkan tiga kelurahan mengalami kekeringan, yakni Kelurahan Noborejo, Kumpulrejo, dan Randuacir di Kecamatan Argomulyo. Kepala BPBD Kota Salatiga, Roy Anjar, mengungkapkan bahwa hingga Jumat (2/8/2024), pihaknya telah melakukan droping air ke ketiga wilayah tersebut sebanyak tujuh kali.