URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
BPBD Kabupaten Semarang menempatkan dua tandon air dan menyalurkan 3.000 liter air bersih kepada warga Desa Bantal dan Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, Kamis (2/7/2026), untuk mengantisipasi krisis air selama musim kemarau. Bantuan awal tersebut disiapkan agar distribusi air lebih cepat, dengan total cadangan 750 ribu liter air bersih yang akan disalurkan ke wilayah rawan kekeringan di Kabupaten Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

BPBD Semarang Mulai Salurkan Bantuan Air Bersih, Dua Desa Jadi Prioritas

BPBD Semarang Mulai Salurkan Bantuan Air Bersih, Dua Desa Jadi Prioritas

BPBD Semarang Mulai Salurkan Bantuan Air Bersih, Dua Desa Jadi Prioritas

BPBD Kabupaten Semarang mengirimkan bantuan berupa bak penampung air dan air bersih kepada warga Desa Bantal dan Plumutan, Kecamatan Bancak, Kamis (2/7/2026). Foto: IST/ Diskominfo Kab. Semarang
BPBD Kabupaten Semarang mengirimkan bantuan berupa bak penampung air dan air bersih kepada warga Desa Bantal dan Plumutan, Kecamatan Bancak, Kamis (2/7/2026). Foto: IST/ Diskominfo Kab. Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Mengantisipasi ancaman kekeringan pada musim kemarau 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mulai menyalurkan bantuan ke wilayah rawan krisis air bersih. Dua tandon air ditempatkan di Desa Bantal dan Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, sebagai upaya mempercepat distribusi air bersih kepada masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, menjelaskan penempatan tandon dilakukan lebih awal agar saat kebutuhan air meningkat, proses penyaluran dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

“Ini merupakan arahan Bapak Bupati agar penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat menjadi lebih mudah,” ujarnya saat meninjau penempatan tandon di Dusun Krajan, Desa Plumutan, Kamis (2/7/2026).

Selain memasang dua tandon, BPBD juga mengirimkan 3.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di kedua desa tersebut. Bantuan itu menjadi distribusi air bersih pertama pada musim kemarau tahun ini.

Alex mengatakan BPBD telah menyiapkan total 750 ribu liter air bersih yang akan disalurkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Semarang selama musim kemarau. Jumlah tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan bantuan pada musim kemarau 2024 dan 2025. Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang sesuai prakiraan BMKG, yakni hingga sekitar tujuh bulan. Opsi penambahan anggaran maupun kerja sama dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) telah disiapkan.

“Kami bisa mengajukan perubahan anggaran atau menggandeng pihak swasta melalui skema pentahelix. Yang jelas, kami siap menghadapi dampak musim kemarau tahun ini,” tegasnya.

Kepala Desa Plumutan, Suji Haryanto, menyambut baik bantuan tandon tersebut. Menurutnya, selama ini warga hanya mengandalkan terpal plastik sebagai tempat penampungan air bersih yang harus diganti hampir setiap tahun.

“Dengan adanya tandon ini, penampungan air menjadi lebih baik dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Semarang Sjaichul Hadi berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Dusun Mungkruk, Desa Bantal, serta Dusun Krajan, Desa Plumutan.

“Kami tengah mengusulkan pembangunan sumur bor untuk menyediakan sumber air tanah bagi warga Dusun Mungkruk,” ujarnya. (win)

BACA JUGA :

Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved