[audio_player]
[posts_like_dislike]
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Mbak Google

KABAR RASIKA

KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik

KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik

KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Guna mendukung pertanian ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia, Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Sengon, Desa Manggihan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, selama satu bulan.

Salah satu kelompok KKN mengangkat tema budidaya pertanian dengan memanfaatkan limbah peternakan dan bahan organik lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Selama satu bulan, mahasiswa mendampingi masyarakat mengolah residu biogas (bio-slurry) dan limbah kotoran sapi menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali untuk budidaya pertanian. Mereka melakukannya di bawah pendampingan dua dosen, Dr. Theresa Dwi Kurnia.

Kelompok yang terdiri dari tujuh mahasiswa Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis tersebut melibatkan 25 peserta dari Kelompok Tani Utomo, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan Karang Taruna setempat. Warga didampingi membuat pupuk organik cair (POC) dan pupuk organik padat (POP) dari limbah peternakan dan residu biogas. Selain itu, mahasiswa mengenalkan pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) dan asam humat dari bahan organik lokal, serta mengajak warga mempraktikkan pengujian kandungan hara tanah menggunakan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK).

Dr. Theresa Dwi Kurnia, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya mengenalkan pemanfaatan limbah, tetapi juga mendorong masyarakat memahami kondisi tanah dan kebutuhan tanaman sebelum menggunakan bahan pendukung pertanian.

“Selain mengurangi potensi limbah, program ini mendorong masyarakat untuk memahami pentingnya menjaga kesuburan tanah serta menggunakan pupuk dan bahan pendukung pertanian sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman,” terangnya.

Penerapan pupuk organik kemudian dilakukan melalui demplot tanaman pakcoy. Mahasiswa dan warga mencoba empat perlakuan, yaitu POP, POC, MOL, dan kontrol. Pada minggu kedua, tanaman dengan perlakuan POC dan MOL menunjukkan pertumbuhan lebih cepat dibandingkan beberapa perlakuan lainnya. Demplot tersebut sekaligus menjadi contoh langsung bagi masyarakat mengenai penerapan pupuk organik pada tanaman hortikultura.

Dari hasil evaluasi, sebanyak 84% peserta telah mengetahui pemanfaatan bio-slurry sebagai bahan yang dapat digunakan dalam pertanian sebelum mengikuti kegiatan. Setelah mengikuti rangkaian praktik, peserta memberikan respons positif terhadap peningkatan pemahaman mengenai pembuatan POC, POP, dan MOL serta manfaat kegiatan bagi masyarakat.

Paimin, warga Dusun Sengon, kegiatan KKN UKSW memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini memberikan pengetahuan baru bagi kami tentang cara memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan membantu masyarakat dalam mengembangkan pertanian yang lebih ramah lingkungan,” ujar Paimin.

BACA JUGA :

Aiptu Amin Sutadi, anggota Unit Reskrim Polsek Sidomukti, mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, untuk periode 2027–2035. Pada Jumat (9/10/2026), panitia menyatakan berkas pendaftarannya lengkap. Amin mengaku ingin mengabdi kepada masyarakat dan mempertahankan predikat Desa Sraten sebagai desa antikorupsi.
Lanjutkan Estafet Kepemimpinan, Aiptu Amin Putra Asli Daerah asal Sraten, Maju sebagai Cakades
Laras Asri Resort & Spa Salatiga menggelar terapi tusuk jarum gratis pada Kamis (29/10/2026) untuk memperingati HUT soft opening ke-22. Kegiatan bersama Mbah Rudal Sutrisno dan sejumlah praktisi tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Merbabu Meeting Room dan terbuka bagi masyarakat dengan jumlah peserta terbatas.
Mbah Rudal Sutrisno Gelar Pengobatan Tusuk Jarum Gratis di Laras Asri Salatiga
Percontohan Kecamatan lain, Relawan Kebakaran di Argomulyo Salatiga Dikukuhkan
Percontohan Kecamatan lain, Relawan Kebakaran di Argomulyo Salatiga Dikukuhkan
Urban Steak di Karangpete, Benoyo, Salatiga, menawarkan sajian steak bergaya western street food dengan penyajian menyerupai restoran. Berdiri hampir tiga tahun, usaha milik Ery Setiawan ini menghadirkan olahan ayam dan daging sapi dengan harga mulai sekitar Rp20.000, serta melayani pelanggan langsung di lokasi maupun pesanan untuk acara privat.
Urban Steak Salatiga, Sajian Western dengan Konsep Kuliner Jalanan
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
[pekok2]