KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian

Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian

Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian

Forum Konsultasi Publik bertema β€œZona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga

SEMARANG β€” Pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami gerakan tanah menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat mitigasi bencana di Jawa Tengah.

Hal itu menjadi bahasan dalam Forum Konsultasi Publik bertema β€œZona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga” yang digelar di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026).

Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas dan menyamakan pemahaman mengenai kondisi kerentanan gerakan tanah di wilayah Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah, instansi terkait dan pemangku kepentingan.

Kegiatan menghadirkan Kepala Badan Geologi, Dr. Lana Saria, S.Si., M.Si., sebagai narasumber utama. Hadir pula Yohandi Kristiawan, Sumaryono, serta Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi Pananggungan, S.Sos., M.Si. Diskusi dipandu Yudhi Wahyudi.

Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah atau ZKGT penting karena memberikan gambaran tingkat kerentanan suatu wilayah terhadap pergerakan tanah. Informasi tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam mitigasi bencana maupun penataan ruang.

Badan Geologi juga menyediakan informasi kebencanaan geologi melalui Portal Mitigasi Bencana Geologi (MBG), termasuk data spasial mengenai Zona Kerentanan Gerakan Tanah. Data tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah maupun masyarakat untuk memahami potensi bahaya di suatu wilayah.

Risiko gerakan tanah sendiri tidak hanya berkaitan dengan kondisi alam. Badan Geologi menyebut gangguan pada lereng, aktivitas manusia, pemotongan lereng untuk permukiman atau jalan, serta kondisi drainase dapat ikut meningkatkan kerentanan, terutama ketika terjadi hujan deras dalam waktu lama.

Karena itu, keberadaan peta kerentanan perlu diikuti dengan pemanfaatan informasi di lapangan. Pemerintah daerah dapat menggunakannya sebagai salah satu dasar dalam perencanaan pembangunan, sementara masyarakat dapat lebih memahami kondisi lingkungan tempat tinggal maupun jalur yang mereka lalui.

Bagi Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga yang memiliki kawasan perbukitan serta berdekatan secara geografis, informasi mengenai kerentanan gerakan tanah menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko bencana.

Forum konsultasi publik ini diharapkan tidak berhenti pada penyusunan atau pembahasan peta, tetapi berlanjut pada pemanfaatan data untuk memperkuat kesiapsiagaan, perencanaan pembangunan, dan perlindungan masyarakat dari ancaman tanah longsor.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Pendidikan menyalurkan insentif kesejahteraan kepada 1.009 guru dan tenaga kependidikan (GTK) Non-ASN dari berbagai jenjang pendidikan, Senin (19/10/2026). Dengan total alokasi anggaran Rp6,642 miliar, bantuan ini menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan pendidik. Wali Kota Robby Hernawan juga mendorong penguatan pendidikan karakter, pencegahan perundungan, serta adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi.
Alhamdulillah! Pemkot Salatiga Berikan Insentif 1.009 Guru Non-ASN
Polres Salatiga menggelar serah terima jabatan sejumlah pejabat di Pendopo Widya Qasana Tribrata, Jumat (23/10/2026). AKP Henri Widyoriani mendapat amanah sebagai Kasatres PPA dan PPO Polres Magelang Kota, sedangkan jabatan Kasat Resnarkoba Polres Salatiga diserahkan kepada AKP Joko Iskandar. Pergantian juga berlangsung pada jabatan Kasat Reskrim dari AKP Radytya Triatmaji Pramana kepada AKP Iwan Kristiana.
25 Tahun Bertugas di Polres Salatiga, AKP Henri Geser, Emban Amanah sebagai Kasatres PPA Polresta Magelang.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan peran santri dalam menjaga bangsa dan menyiapkan generasi masa depan saat menghadiri Jateng Bersholawat memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tegal, Rabu (21/10/2026). Pemprov Jateng memperkuat dukungan bagi pesantren melalui beasiswa Rp6,8 miliar, insentif guru agama, tali asih penghafal Al-Qur’an, serta bantuan sarana pendidikan pesantren.
Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Dukungan Jateng untuk Pesantren
[pekok2]