KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

BYD Sebut 3.000 Keluarga Jateng Gunakan Kendaraan Listrik

BYD Sebut 3.000 Keluarga Jateng Gunakan Kendaraan Listrik

BYD Sebut 3.000 Keluarga Jateng Gunakan Kendaraan Listrik

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan

SEMARANG — Jawa Tengah menjadi salah satu pasar yang terus dibidik BYD dalam pengembangan kendaraan energi baru. Hingga September 2026, lebih dari 3.000 keluarga di Jawa Tengah disebut telah menggunakan kendaraan BYD untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan mulai tumbuhnya penerimaan masyarakat Jawa Tengah terhadap kendaraan elektrifikasi.

Hal itu disampaikan Luther dalam gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Rabu (30/9).

Menurut Luther, pasar kendaraan energi baru di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan berbahan bakar fosil masih cukup tinggi.

“Selama lebih dari satu abad kita bergantung pada bahan bakar fosil. Hari ini otomotif memasuki era baru dalam mobilitas. Elektrifikasi bukan lagi pilihan, tetapi masa depan mobilitas,” kata Luther.

Ia menyebut sekitar 65 persen pasar kendaraan masih bergantung pada bahan bakar fosil. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peluang bagi perkembangan kendaraan energi baru.

Namun, Luther mengakui proses menuju penggunaan kendaraan listrik secara penuh masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang belum merata.

Persoalan tersebut menjadi salah satu alasan BYD tidak hanya mengandalkan kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV), tetapi juga mengembangkan teknologi Dual Mode (DM) melalui kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

“Kalau kita tetap pada visi kita, kendaraan elektrifikasi full itu adalah kendaraan EV. Memang dalam proses transisinya beberapa hal masih perlu proses, khususnya infrastruktur pengecasan,” ujarnya.

Melalui teknologi DM, kendaraan menggunakan basis penggerak listrik, tetapi tetap memiliki mesin berbahan bakar minyak. Dengan demikian, konsumen memiliki alternatif ketika fasilitas pengisian daya belum tersedia.

Luther menyebut BYD M6 DM menjadi salah satu produk yang mendapat respons cukup baik di Jawa Tengah. Penjualannya disebut terus meningkat, meski karakter konsumen di luar kota besar masih cukup sensitif terhadap harga.

“Masih price sensitive. Apalagi di luar kota besar biasanya kendaraan pertama, jadi harus punya kendaraan yang reliable dipakai setiap hari,” katanya.
Menurut Luther, kondisi tersebut membuat kebutuhan kendaraan elektrifikasi di Indonesia tidak bisa dijawab hanya dengan satu teknologi.

“Satu teknologi saja tidak cukup untuk menjawab semua kebutuhan. Karena itu BYD membangun ekosistem New Energy Vehicle melalui dua teknologi, yaitu EV dan DM atau Dual Mode,” ujarnya.

Sejalan dengan pertumbuhan pasar tersebut, BYD juga berencana memperluas jaringan penjualan dan layanan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat ini terdapat tujuh lokasi yang telah beroperasi dan jumlahnya ditargetkan berkembang menjadi 16 lokasi.

Selain memperluas jaringan, BYD juga memperkuat produksi kendaraan energi baru di dalam negeri. Luther menyebut fasilitas produksi BYD di Subang, Jawa Barat, saat ini memproduksi sejumlah model, termasuk M6 EV, M6 DM, dan Atto 1.

Kapasitas produksinya disebut mencapai sekitar 150 ribu unit kendaraan per tahun. Produk yang diproduksi di Indonesia juga disebut telah memiliki tingkat kandungan dalam negeri di atas 40 persen, dengan beberapa model mencapai 47 persen.

Bagi BYD, pertumbuhan pasar kendaraan energi baru tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga kesiapan ekosistem, mulai dari jaringan layanan hingga infrastruktur pengisian daya.

Karena itu, Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang dinilai penting dalam proses transisi kendaraan konvensional menuju kendaraan energi baru.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]