KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang, Kabupaten Semarang Dikepung Sejumlah Bencana Hidrometeorologi

Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang, Kabupaten Semarang Dikepung Sejumlah Bencana Hidrometeorologi

Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang, Kabupaten Semarang Dikepung Sejumlah Bencana Hidrometeorologi

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan mengecek kondisi sarana prasarana di gudang alat BPBD setempat beberapa waktu lalu. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Hujan lebat disertai angin kencang kembali melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Semarang pada Selasa (21/1/2025) sejak sore hari. Hujan dengan intensitas tinggi tersebut menggenangi beberapa kawasan, antara lain Ungaran Barat, Ungaran Timur, Bergas, Bandungan, dan Ambarawa.

Sejak Minggu dan Senin (19-20/1/2025), hujan deras memang sudah terjadi setiap sore hingga malam, berdampak pada beberapa daerah yang mengalami banjir. Beberapa titik yang terdampak antara lain Susukan, Gedanganak, dan Sidomulyo (Ungaran Timur), Karangjati (Bergas), Langensari (Ungaran Barat), serta Tambakboyo (Ambarawa).

Selain banjir, dampak lain yang terjadi adalah tanah longsor, seperti yang tercatat di Desa Keseneng (Sumowono), Gedanganak (Ungaran Timur), Nyatnyono (Ungaran Barat), dan beberapa lokasi lainnya.

Menanggapi situasi tersebut, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, mengimbau warga untuk selalu waspada dan peka terhadap kondisi alam sekitar, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat daerah aliran sungai atau tebing tinggi.

“Pastikan untuk terus berkoordinasi dengan perangkat daerah setempat dan segera melaporkan kejadian kedaruratan ke BPBD Kabupaten Semarang. Kami siap membantu,” ujar Alexander saat dihubungi, Rabu (22/1/2025).

Warga juga diimbau untuk menyiapkan perlengkapan darurat secara mandiri sebagai langkah awal menghadapi bencana. Selain itu, mereka diingatkan untuk menjaga kebersihan sungai dan saluran drainase agar tidak tersumbat sampah yang bisa menyebabkan banjir.

“Pastikan drainase berfungsi dengan baik, dan sungai-sungai bersih dari sampah atau sumbatan lainnya,” pungkasnya.

Untuk melaporkan kejadian kedaruratan, warga dapat menghubungi BPBD Kabupaten Semarang melalui nomor 081233338119. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]