RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kejelasan relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen, hingga kini masih dinantikan warga.
Ketua RW 3 Lingkungan Lonjong, Aldila Nur Afandi, mengatakan pihaknya telah mendapatkan lahan yang dipilih warga untuk lokasi makam pengganti. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Semarang terkait pembelian lahan tersebut.
“Untuk perkembangan ter-update hari ini, kami baru pada tahapan sekitar satu tahun yang lalu penyampaian nominal. Untuk nominalnya sendiri kami tidak tahu berapa. Saat itu kami diarahkan untuk berkoordinasi dengan Pemda,” ujar Aldila ditemui di rumahnya, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, Pemkab Semarang sebelumnya telah meminta pengurus lingkungan mencari lahan yang dapat digunakan sebagai makam pengganti.
Pengurus bersama warga kemudian mencari sejumlah pilihan lokasi. Dari beberapa pilihan tersebut, warga akhirnya memilih lahan yang berada di RW 3, tepatnya RT 3.
“Lahan pengganti makam itu sudah dapat. Cuma untuk rencana Pemda membeli lahan baru itu sampai sekarang belum ada rencana,” katanya.
Aldila berharap Pemkab segera memberikan kejelasan mengenai proses pengadaan lahan tersebut. Terlebih, makam lama masih digunakan untuk pemakaman warga. Ia khawatir jika relokasi baru dilakukan setelah makam lama tidak lagi dapat digunakan, warga justru harus melakukan pekerjaan pemindahan secara bersamaan dengan proses pemakaman baru.
“Contohnya seperti hari ini, ada warga yang meninggal masih kami makamkan di tempat yang lama. Kalau sudah ada lahan pengganti, harapannya ketika ada warga meninggal bisa langsung dimakamkan di tempat yang baru, tidak dua kali kerja,” jelasnya.
Makam Wonokendeng memiliki luas sekitar 3.800 meter persegi. Saat ini, terdapat sekitar 550 makam yang berada di kawasan ini dan nantinya terdampak rencana relokasi. Sementara lahan yang dipilih sebagai lokasi pengganti direncanakan memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi. Jarak lokasi baru juga relatif dekat dari makam lama, yakni sekitar 400 hingga 500 meter.
“Warga tidak ada masalah. Untuk pemilihan tempat itu kami sampaikan ke warga. Warga yang memilih. Kami selaku pengurus lingkungan hanya memfasilitasi beberapa pilihan, kemudian pilihan terbanyak jatuh di titik RT 3 itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang, Zaenal Arifin, sebelumnya menyebut persoalan relokasi makam menjadi salah satu pekerjaan yang cukup panjang dalam proses pengadaan tanah untuk pembangunan tol. Menurut Zaenal, khusus makam di wilayah Ngampin, jumlah jenazah yang harus diinventarisasi diperkirakan mencapai sekitar 2.300 hingga 2.500.
“Yang paling utama makam yang di Ngampin, Ambarawa. Itu jumlahnya sangat besar, perkiraan kami untuk satu makam sekitar 2.300-an jenazah,” kata Zaenal.
Ia menjelaskan, Pemkab masih menunggu kepastian nilai tanah yang akan digunakan untuk lahan pengganti makam. Selain itu, pemerintah juga perlu menghitung biaya operasional pemindahan jenazah.
“Prosesnya diawali dengan inventarisasi jumlah jenazah dan ahli waris sebelum dilakukan pemindahan ke lahan pengganti,” ungkapnya.
Selain Makam Wonokendeng di Ngampin, terdapat tiga lokasi makam lain yang terdampak, termasuk satu makam di wilayah Jambu. Lokasi makam pengganti nantinya diupayakan berada tidak jauh dari makam lama agar proses pemindahan dan mobilisasi jenazah tidak terlalu jauh. (win)









