URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Kota Semarang, mulai mengerucut setelah keluarga mengenali sejumlah ciri yang mirip dengan Mozza Axillia Gunarsa, remaja yang hilang sejak Juni 2025. Polisi masih melakukan pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA untuk memastikan identitas kerangka tersebut secara ilmiah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Kota Semarang, Kamis (4/9/2026), mulai mengerucut. Sejumlah ciri pada kerangka yang ditemukan dinilai memiliki kemiripan dengan ciri-ciri Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja perempuan asal Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan, pihak keluarga mengenali sejumlah ciri pada kerangka yang telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Semarang. Di antaranya kondisi gigi yang masih lengkap, adanya gingsul pada bagian kiri depan bawah, serta bekas tambalan gigi di bagian belakang. Selain itu, keluarga juga mengenali sebuah jepit rambut yang ditemukan bersama kerangka tersebut.

“Orang tua mengetahui informasi tersebut, merapat ke Rumah Sakit Bhayangkara. Dijelaskan dan memberikan ciri-ciri terkait yang dimaksud dengan orang hilang yang dilaporkan pada Juni 2025,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026) malam.

Meski ciri-ciri tersebut mengarah kepada Mozza, polisi belum memastikan identitas kerangka tersebut. Proses identifikasi masih dilakukan melalui pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA dengan sampel pembanding dari keluarga. Menurut Bodia, kepastian identitas secara ilmiah diperlukan karena kondisi jasad yang ditemukan telah berupa kerangka.

“Secara fisik memang keluarga mengakui, namun dalam scientific crime investigation kami perlu membandingkan rumus DNA dari kerangka dengan sampel pembanding dari keluarga,” jelasnya.

Bodia menegaskan, penyebab kematian belum dapat dipastikan hanya berdasarkan kondisi kerangka. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik.

“Kalau penyebab matinya, kami masih menunggu dari dokter forensik karena tidak bisa hanya dibuktikan dari terluka pada kerangka,” paparnya.

Kerangka ditemukan dalam kondisi relatif lengkap dan kemudian dievakuasi oleh tim Inafis Polres Semarang bersama Unit TPA dan Tim Inafis Polrestabes Semarang, dengan bantuan tim SAR.

“Evakuasi dilakukan pada siang hari karena lokasi penemuan berada di area yang curam dan sulit dijangkau pada malam hari,” lanjutnya.

Kerangka selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut.
Diketahui, berdasarkan keterangan penyidik, kerangka tersebut diduga ditinggalkan di kawasan Jangli pada 25 Juni 2025. Sementara laporan orang hilang atas nama Mozza dibuat keluarga pada 28 Juni 2025. (win)

BACA JUGA :

Warga Jangli, Tembalang, Kota Semarang, menemukan kerangka manusia di lahan kosong tepi jalan tol pada Jumat (4/9/2026). Kerangka yang diduga perempuan itu diperkirakan telah meninggal sekitar satu tahun dan diduga berkaitan dengan hilangnya Mozza Axillia Gunarsa. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan identitasnya.
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Warga Jangli, Tembalang, Kota Semarang, menemukan kerangka manusia di lahan kosong tepi jalan tol pada Jumat (4/9/2026). Kerangka yang diduga perempuan itu diperkirakan telah meninggal sekitar satu tahun dan diduga berkaitan dengan hilangnya Mozza Axillia Gunarsa. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan identitasnya.
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Muhammad Rivai, warga Cebongan, Salatiga, melaporkan penanganan perkara dugaan penipuan dan/atau penggelapan mobil Nissan Grand Livina ke Itwasda Polda Jateng pada Kamis (3/9/2026). Langkah itu ditempuh setelah terdakwa AG divonis 1 tahun 8 bulan, sementara kendaraan milik Rivai yang bernilai sekitar Rp150 juta belum diketahui keberadaannya.
Livina Hilang, Setelah Ketemu tak ada Kejelasan , Korban Melapor ke Itwasda Polda
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi mengamankan lokasi dan menyelidiki pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Duka di Malam Minggu, Jazz Tabrak Pohon dan Agya Terguling
Duka di Malam Minggu, Jazz Tabrak Pohon dan Agya Terguling
Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka