URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kerangka manusia ditemukan di lahan kosong tepi jalan tol kawasan Jangli, Tembalang, Semarang, Jumat (4/9/2026) siang. Kerangka yang diduga perempuan itu diperkirakan telah meninggal sekitar satu tahun dan diduga berkaitan dengan hilangnya Mozza Axillia Gunarsa (18), warga Bergas, Kabupaten Semarang, yang dilaporkan sejak Juni 2025. Polisi masih menunggu identifikasi forensik.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

Petugas mengevakuasi kerangka manusia yang ditemukan di lereng jalan Tol kawasan Jangli, Kota Semarang, Jumat (4/9/2026). Foto: IST/ tangkapan layar video warga

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Warga kawasan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di sebuah lahan kosong di tepi jalan tol, Jumat (4/9/2026) siang. Kerangka tersebut diduga berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan telah meninggal dunia sekitar satu tahun.

Penemuan kerangka itu diduga berkaitan dengan kasus hilangnya seorang perempuan bernama Mozza Axillia Gunarsa (18), warga Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang dilaporkan hilang sejak 25 Juni 2025.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan sejak menerima laporan mengenai hilangnya Mozza. Menurut Heru, perkembangan penyelidikan mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. Polisi bahkan telah mengamankan seorang yang diduga sebagai pelaku pada Kamis (3/9/2026).

“Pada tanggal 3 September 2026 kita berhasil mengamankan terduga pelaku yang terduga melakukan pembunuhan,” ujar Heru saat dikonfirmasi di Ungaran, Jumat (4/9/2026).

Meski demikian, polisi belum memastikan bahwa kerangka yang ditemukan di Jangli tersebut merupakan jasad Mozza. Heru menjelaskan, kepastian identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan secara ilmiah oleh tim forensik. Kondisi jasad yang telah tinggal kerangka membuat proses identifikasi membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk kepastian bahwa itu betul-betul secara scientific investigation merupakan korban, mohon sabar supaya lebih pasti,” katanya.

Sementara itu, orang tua korban disebut telah diundang untuk menyaksikan proses pemeriksaan dan rekonstruksi kerangka yang dilakukan tim forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.

Polisi berharap hasil pemeriksaan tersebut dapat memberikan kepastian mengenai identitas kerangka sekaligus menjadi titik terang dalam kasus hilangnya Mozza.

“Motif dan lain sebagainya, saat ini masih kita gelarkan dengan Direktorat PPA-PPO Polda Jawa Tengah beserta Polrestabes, dan nantinya akan kita limpahkan penanganannya ke Sat PPA-PPO Polrestabes Semarang,” jelasnya.

Heru meminta masyarakat dan keluarga korban bersabar menunggu hasil pemeriksaan forensik. Polisi memastikan proses penyelidikan dan identifikasi terus dilakukan untuk mengungkap kasus tersebut secara terang.

“Mohon waktu, mohon sabar supaya semuanya bisa terang dan semuanya bisa jelas,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Muhammad Rivai, warga Cebongan, Salatiga, melaporkan penanganan perkara dugaan penipuan dan/atau penggelapan mobil Nissan Grand Livina K-1803-DA ke Itwasda Polda Jateng, Kamis (3/9/2026). Langkah itu ditempuh setelah kendaraan yang menjadi objek perkara belum kembali, meski terdakwa AG telah divonis 1 tahun 8 bulan penjara oleh PN Salatiga.
Livina Hilang, Setelah Ketemu tak ada Kejelasan , Korban Melapor ke Itwasda Polda
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, digegerkan penemuan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi itu ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput sekitar pukul 15.30 WIB setelah melihat gundukan tanah baru, kemudian polisi mengamankan TKP dan menyelidiki pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Duka di Malam Minggu, Jazz Tabrak Pohon dan Agya Terguling
Duka di Malam Minggu, Jazz Tabrak Pohon dan Agya Terguling
Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran
Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved