KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

Petugas mengevakuasi kerangka manusia yang ditemukan di lereng jalan Tol kawasan Jangli, Kota Semarang, Jumat (4/9/2026). Foto: IST/ tangkapan layar video warga

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Warga kawasan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di sebuah lahan kosong di tepi jalan tol, Jumat (4/9/2026) siang. Kerangka tersebut diduga berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan telah meninggal dunia sekitar satu tahun.

Penemuan kerangka itu diduga berkaitan dengan kasus hilangnya seorang perempuan bernama Mozza Axillia Gunarsa (18), warga Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang dilaporkan hilang sejak 25 Juni 2025.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan sejak menerima laporan mengenai hilangnya Mozza. Menurut Heru, perkembangan penyelidikan mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. Polisi bahkan telah mengamankan seorang yang diduga sebagai pelaku pada Kamis (3/9/2026).

“Pada tanggal 3 September 2026 kita berhasil mengamankan terduga pelaku yang terduga melakukan pembunuhan,” ujar Heru saat dikonfirmasi di Ungaran, Jumat (4/9/2026).

Meski demikian, polisi belum memastikan bahwa kerangka yang ditemukan di Jangli tersebut merupakan jasad Mozza. Heru menjelaskan, kepastian identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan secara ilmiah oleh tim forensik. Kondisi jasad yang telah tinggal kerangka membuat proses identifikasi membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk kepastian bahwa itu betul-betul secara scientific investigation merupakan korban, mohon sabar supaya lebih pasti,” katanya.

Sementara itu, orang tua korban disebut telah diundang untuk menyaksikan proses pemeriksaan dan rekonstruksi kerangka yang dilakukan tim forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.
Polisi berharap hasil pemeriksaan tersebut dapat memberikan kepastian mengenai identitas kerangka sekaligus menjadi titik terang dalam kasus hilangnya Mozza.

“Motif dan lain sebagainya, saat ini masih kita gelarkan dengan Direktorat PPA-PPO Polda Jawa Tengah beserta Polrestabes, dan nantinya akan kita limpahkan penanganannya ke Sat PPA-PPO Polrestabes Semarang,” jelasnya.

Heru meminta masyarakat dan keluarga korban bersabar menunggu hasil pemeriksaan forensik. Polisi memastikan proses penyelidikan dan identifikasi terus dilakukan untuk mengungkap kasus tersebut secara terang.

“Mohon waktu, mohon sabar supaya semuanya bisa terang dan semuanya bisa jelas,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Kepala Desa petahana Nyatnyono, Parsunto, mengembalikan formulir pencalonan Pilkades pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10/2026). Ia kembali maju untuk melanjutkan pembangunan desa dan pengembangan wisata religi yang dinilai belum maksimal. Panitia mencatat delapan orang mengambil formulir, sedangkan tiga bakal calon telah mengembalikannya hingga Kamis pagi.
Parsunto Pilih Hari Terakhir Kembalikan Formulir Pendaftaran Kades Nyatnyono, Berangkat Jalan Kaki Usai Minta Restu Sesepuh
[pekok2]